Tampilkan postingan dengan label Tempat Mancing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tempat Mancing. Tampilkan semua postingan

Lokasi Mancing Potensial di Jawa Barat


Di perairan Indonesia khususnya Jawa Barat, banyak terdapat lokasi memancing potensial yang dapat dicoba guna menyalurkan hobi mancing anda. Di bawah ini beberapa lokasi mancing yang potensial antara lain:

Teluk Jakarta

Menuju ke Utara dari pantai Teluk Jakarta terdapat Kepulauan Seribu, sekelompok pulau kecil yang bertaburan di sana. Banyak lokasi mancing di gugusan karang yang tersebar di sekitarnya. Laporan hasil tangkapan terbesar adalah marlin hitam (black marlin) seberat kurang lebih 50 Kg. Teluk Jakarta menjadi salahsatu spot tujuan bagi para pemancing di wilayah Jakarta dan sekitarnya.



Ujung Kulon dan sekitarnya

Ujung Kulon berlokasi di Jawa Barat. Dengan menempuh perjalanan kurang lebih selama 3 jam akan tiba di pantai Anyer dan Carita. Di sana banyak kapal carteran untuk mancing ke Ujung Kulon, Gunung Krakatau atau bahkan sampai ke Lampung Selatan. Pada musim yang tepat, pemancing dapat melakukan Tag & Release pada Marlin seberat 200 Kg. Tempat ini menjadi salah satu pilihan tujuan untuk berakhir pekan.

Gunung Krakatau

Lokasi unik yang berada di tengah selat Sunda. Sebuah gunung berapi yang muncul dari permukaan laut. Krakatau dapat dicapai dari Anyer dan Carita. Kira-kira 2 jam dengan kapal cepat dan 3,5 jam dengan kapal diesel. Ada 3 pulau di sekitar anak Krakatau yang masih aktif. Ketiganya terlihat seperti merupakan bagian dari pecahan Krakatau sebelum meletus pada tahun 1883. Oleh sebab itulah banyak terdapat laguna di sekitarnya. Laguna ini merupakan rumah bagi ikan masidung, kakap merah, kerapu dan ikan penghuni karang lainnya. Di samping memancing, pemandangannya juga menakjubkan. Sangat potensial sebagai pilihan untuk refreshing.

Pelabuhan Ratu

Perkampungan nelayan yang lainnya, namun lebih besar ketimbang Muara Binuangen adalah Pelabuhan Ratu. Lokasi ini sangat terkenal di antara pemancing Indonesia. Beberapa waktu yang lalu di sana terpancing marlin hitam dan marlin biru seberat 200 kg. Pemancing berkesempatan mendapat pengalaman mancing yang tak terlupakan di tempat ini.

Ujung Genteng

Letaknya dekat Surade dan Jampang Kulon (Sukabumi). Di sini banyak terdapat masidung dan tuna serta lainnya. Juga terdapat pantai di mana penyu bertelur yaitu di Pangumbahan. Lokasi ini kondang akan ombaknya untuk berselancar.

Batu Karas

Sekitar 1,5 jam dari gerbang Pangandaran. Sekali lagi hasilnya masidung, tenggiri, tuna, dan sebagainya. Sebelum tiba dilokasi akan melewati sebuah sungai yang indah, mirip Green Canyon di Amerika. Salah satu lokasi potensial di sana adalah Legok Jawa. Selain memancing, pemancing juga akan menemukan banyak tempat-tempat indah di sana.

(Berbagai Sumber)
readmore »»  

Waduk Jatiluhur


Waduk Jatiluhur yang terletak di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta (±9 km dari pusat Kota Purwakarta) dibangun pada tahun 1957, dan merupakan bendungan pertama dan terbesar yang dibuat di Indonesia. Waduk ini dikelola oleh PLN untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Selain itu, berfungsi juga sebagai sarana pengairan (irigasi), tempat budi daya ikan, pemancingan, arena perlombaan dayung dan juga sebagai tempat wisata dengan suguhan pesona alam yang elok serta ditambah juga dengan fasilitas pendukung lainnya.


Pemberian nama Luhur, karena di sini terdapat bangunan-bangunan yang disimbolkan sebagai angka keramat bangsa Indonesia, yaitu 17-8-1945, di mana pompa hidrolik untuk saluran Tarum Barat berjumlah 17 buah, pilar pemegang pintu pengatur untuk meneruskan aliran ke daerah Walahar beserta menaranya berjumlah 8 buah, dan angka 45 ditunjukkan pada pembangunan pompa-pompa listrik untuk saluran Tarum Timur, agar lebih efisien dan efektif dibuat miring 45 derajat.


Selain merupakan waduk yang terbesar, waduk Jatiluhur juga merupakan waduk serbaguna yang pertama di Indonesia, dengan panorama danau yang luasnya 8.300 ha, dengan potensi air yang tersedia sebesar 12,9 milyar m3/ tahun dan memiliki fungsi penyediaan air irigasi untuk 242.000 ha sawah untuk dua kali tanam dalam setahun, selain itu waduk Jatiluhur juga berfungsi sebagai air baku air minum, budidaya perikanan dan pengendali banjir yang dikelola oleh Perum Jasa Trita II.

Di dalam Waduk Jatiluhur, terpasang 6 unit turbin dengan daya terpasang 187 MW dengan produksi tenaga listrik rata-rata 1.000 juta kwh setiap tahun, dikelola oleh PT. PLN (Persero). Selain dari itu Waduk Jatiluhur memiliki fungsi penyediaan air irigasi untuk 242.000 ha sawah (dua kali tanam setahun), air baku air minum, budi daya perikanan dan pengendali banjir yang dikelola oleh Perum Jasa Trita II.

Selain berfungsi sebagai PLTA dengan sistem limpasan terbesar di dunia, kawasan Jatiluhur memiliki banyak fasilitas rekreasi yang memadai, seperi hotel dan bungalow, bar dan restaurant, lapangan tenis, bilyard, perkemahan, kolam renang dengan water slide, ruang pertemuan, sarana rekreasi dan olahraga air, playground dan fasilitas lainnya. Sarana olahraga dan rekreasi air misalnya mendayung, selancar angin, kapal pesiar, ski air, boating dan lainnya.

Di perairan Danau Jatiluhur ini juga terdapat budidaya ikan keramba jaring apung, yang menjadi daya tarik tersendiri. Pada waktu siang atau dalam keheningan malam kita dapat memancing penuh ketenangan sambil menikmati ikan bakar. Dikawasan ini pula kita dapat melihat Stasiun Satelit Bumi yang dikelola oleh PT. Indosat Tbk. (±7 km dari pusat Kota Purwakarta), sebagai alat komunikasi internasional. Jenis layanan yang disediakan antara lain international toll free service (ITFS), Indosat Calling Card (ICC), international direct dan lainnya. Waduk Jatiluhur dapat dikunjungi melalui Jalan Tol Purbaleunyi (Purwakarta-Bandung-Cileunyi), keluar di Gerbang Tol Jatiluhur.

(Berbagai Sumber)
readmore »»  

Danau Tahai


Danau Tahai terletak di Desa Tahai, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Palangkaraya. Danau ini sangat menarik untuk dikunjungi ketika berlibur ke Kalimantan Tengah. Selain lokasinya yang cukup strategis, sekitar 29 km dari pusat Kota Palangkaraya, Danau Tahai juga memiliki warna air yang tak biasa.


Untuk pengunjung yang menggunakan kendaraan umum, bisa menaiki bus jurusan Palangkaraya-Sampit. Kemudian turun di Desa Tahai dan dilanjutkan berjalan kaki menuju lokasi. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, bisa langsung menuju Danau Tahai yang berada di pinggir jalan raya Palangkaraya-Sampit.
Warna airnya yang tidak biasa menjadikan danau ini berbeda dari yang lain. Air Danau Tahai berwarna kemerah-merahan yang disebabkan oleh akar-akar pohon di lahan gambut. Rumah-rumah penduduk yang terapung di atasnya juga tak kalah menarik untuk dilihat, oleh penduduk setempat disebut sebagai Rumah Lanting. Wisatawan yang datang ke Danau Tahai bukan cuma ingin melihat keunikan warna airnya, tetapi juga menikmati suasana pedesaan di pinggir hutan. Masih di atas danau, pengunjung bisa berjalan di atas jembatan yang menghubungkan jalan ke arah hutan.


Di dalam hutan, pengunjung dapat menikmati sejuk dan segarnya udara hutan sambil mendengarkan merdunya kicauan burung-burung. Jika sedang beruntung, pengunjung juga dapat bertemu dengan uwak-uwak, salah satu jenis kera langka yang dilindungi oleh pemerintah dan hanya terdapat di kawasan ini.
Latar belakang terbentuknya danau ini belum diketahui secara pasti hingga sekarang. Namun, ada dua versi cerita yang berkembang di masyarakat mengenai asal-muasal terbentuknya danau ini.
  • Pertama, Danau Tahai terbentuk karena akumulasi genangan air di lokasi penambangan pasir.
  • Kedua, Danau Tahai terbentuk karena adanya perubahan aliran Sungai Kahayan, sehingga terbentuk genangan air yang tidak mengikuti aliran sungai itu lagi. Danau ini termasuk jenis danau dataran rendah.
Jika bosan dengan pemandangan air saja, pengunjung bisa singgah lagi ke Penangkaran Orang Utan . Nyaru Menteng milik Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) yang tidak jauh dari lokasi Tahai ini (+/- 1 km). Disini pengunjung bisa melihat tindak tanduk orang utan yang berada di kandangnya. Untuk melihat orang utan sebaiknya datang pada hari Minggu, karena tempat untuk melihatnya hanya dibuka hari minggu dan hari libur lain.
Setelah lelah berkeliling, beristirahat saja dengan duduk-duduk santai di gubug yang ada di dekat jembatan. Bila merasa sudah cukup malam dan ingin menginap, Anda tak perlu kuatir, di sekitar Danau Tahai ada penginapan yang bisa di sewa dengan harga yang cukup murah. (sumber : travel.detik.com )
readmore »»  

Danau Maninjau


Danau Maninjau adalah sebuah danau vulkanik yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau dengan luas sekitar 99,5 km2 dengan kedalaman mencapai 495 meter ini merupakan danau terluas kesebelas di Indonesia, dan terluas kedua di Sumatra Barat setelah Danau Singkarak yang memiliki luas 129,69 km² yang berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok.



Asal Usul Danau Maninjau

Alkisah, di sebuah desa di daerah Sumatera Barat hiduplah 10 orang bersaudara. 9 diantaranya adalah laki-laki yang sering disebut Bujang Sambilan. Sedangkan yang paling bungsu adalah seorang perempuan bernama Siti Ransani yang sering dipanggil Sani. Mereka semua adalah anak yatim piatu. Walaupun begitu mereka merupakan tanggung jawab dari “mamak” mereka. Suatu hari, Mamak mereka datang ke rumah mereka dengan membawa anaknya,Giran. Sejak pertama kali Giran dan Sani bertemu, mereka langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Setelah pertemuan itu merekapun sering bertemu. Dan akhirnya Giran pun menyatakan perasaan cintanya kepada Sani. Dan Sani pun merasakan hal yang sama hingga akhirnya mereka berduapun berpacaran.

Suatu hari di adakan pertunjukkan pencak silat yang diadakan di Balai Desa. Semua orang berbondong-bondong ke Balai Desa untuk menyaksikannya. Pertandingan awal dimulai dengan pertandingan antara kakak sulung Sani, Kukuban, melawan pesilat dari kampung sebelah. Pertandingan berjalan seru dan akhirnya

Kukuban meraih kemenangan. Di pertandingan selanjutnya Kukuban terus menampakkan ketangguhannya. Semua pesilat tidak ada yang menang melawan Kukuban. Hingga akhirnya Kukuban harus melawan Giran. Mereka berdua merupakan pesilat yang tangguh. Tetapi, beberapa saat kemudian Kukuban menerima serangan yang tiada henti dari Giran dan akhirnya Giran pun menang. Kukuban pun harus menerima kekalahannya di sertai dengan kaki kirinya yang patah.

Beberapa bulan kemuadian, Mamak dan Giran datang ke rumah Sani untuk melamar Sani. 8 kakak Sani sudah setuju, namun Kukuban tidak. Ia masih merasa dendam atas kekalahannya dari Giran. Dan ia pun tidak menerima lamaran Giran. Sani yang mendengar hal itu pun merasa sedih. Lalu Giran dan Sani berencana untuk bertemu.mereka pun bertemu di pinggir sungai. Tiba-tiba paha Sani terkena duri, Giran pun dengan cepat mengobatinya.

Tanpa mereka sadari, banyak warga yang mengawasi tindak tanduk mereka dari tadi. Warga pun mengira mereka berdua telah melakukan hal yang tidak pantas dilakukan oleh orang yang belum menikah. Mereka berdua pun langsung diadili di Balai Adat. Dan mereka harus dihukum dengan dibuang ke Gunung Tinjau yang konon katanya untuk membuang sial.


Mereka pun beramai-ramai mengantar Giran dan Sani ke kawah Gunung Tinjau. Sesampainya di sana, Giran pun berdoa, “ Kalau kami memang salah maka badan kami akan hancur di kawah gunung ini. Tapi jika kami tidak bersalah, seluruh isi kawah ini akan hancur dan Bujang Sambilan akan berubah menjadi ikan. Kabulkanlah doa hamba ini ya Tuhan.” Lalu Giran dan Sani pun melompat ke kawah itu. Semua orang yang menyaksikan merasa tegang menanti apa yang akan terjadi. Tiba-tiba seluruh isi kawah itu keluar menghancurkan semuanya. Semua orang yang ada di sana tidak dapat menyelamatkan diri. Bujang Sambilan pun berubah menjadi ikan seketika.

Konon, letusan Gunung Tinjau itu menyisakan kawah yang luas dan lama-kelamaan berubah menjadi danau. Oleh masyarakat sekitar, nama gunung itu kemudian diabadikan menjadi nama danau, yakni Danau Maninjau. Sementara nama-nama tokoh yang terlibat dalam peristiwa itu diabadikan menjadi nama nagari di sekitar Danau Maninjau, seperti Tanjung Sani, Sikudun, Bayua, Koto Malintang, Koto Kaciak, Sigalapuang, Balok, Kukuban, dan Sungai Batang. Itulah asal muasal terjadinya Danau Maninjau yang berada di Sumatera Barat.
Sebagai daerah yang terletak pada posisi yang strategis dalam wilayah propinsi Sumatera Barat, Danau Maninjau banyak menyimpan berbagai potensi keindahan alam dan budaya, Natural and freshly, serta kegiatan seni dan budaya yang unik dan menarik merupakan salah satu yang dapat dibanggakan apalagi didukung oleh kultur masyarakat orang Agam yang ramah-ramah.  Kerajinan rakyat dan hasil berbagai kelompok yang bersifat kerajinan tradisional yang masih memakai hand made (buatan tangan) baik tenun bordir, sulaman, pandai besi, perak, emas secara apik dan indahnya bukan main yang secara turun temurun dikerjakan oleh anak nagari.

Saat ini, objek wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara adalah Puncak Lawang yang berada di atas ketinggian ± 1.210 m diatas permukaan laut. Pada zaman penjajahan Belanda. Puncak Lawang sudah dijadikan sebagai tempat peristirahatan bagi kaum bangasawan Belanda saat itu. Dari sini kita dapat menikmati kawasan Danau Maninjau dan juga Samudra Indonesia. Dan disebabkan tempatnya yang berada di atas ketinggian serta pemandangannya yang begitu memukau, maka saat ini kawasan Puncak Lawang dikembangkan sebagai lokasi Take Off Olah Raga Dirgantara Paralayang (Paragliding). Sambil melayang-layang bebas di udara dan menjelang mendarat di Bayur, tepian Danau Maninjau, dari udara kita dapat menikmati keindahan Danau Maninjau yang tiada duanya di dunia ini.
Tidak jauh dari Puncak Lawang, anda juga bisa menikmati panorama yang indah dari Embun Pagi. Disini, sesuai dengan namanya, suasananya selalu bagaikan kita berada di pagi hari. Sejuk dan nyaman. Objek wisata Embun Pagi, terletak tidak seberapa jauh dari objek wisata danau Maninjau dan juga berada pada ketinggian sekitar ± 1.000 M dari permukaan laut, dan memberikan kebebasan pada Anda untuk melayangkan pandangan menikmati keindahan alam sekitarnya. Dari Embun pagi ini, bila anda turun menuju Danau Maninjau dengan kendaraan pribadi atau bus umum, maka anda akan melewati kawasan Kelok Ampek Puluah Ampek. Kawasan ini diberi nama Kelok Ampek Puluah Ampek, dalam bahasa Indonesianya tikungan 44, karena memang menjelang kita sampai di Danau Maninjau, kita akan melalui tikungan tajam sebanyak 44 kali. Pada tiap tikungan yang tajam itu, selalu diberi tanda sudah berapa tikungan yang kita lewati, dan semua tikungan itu berjumlah 44 buah.

Selain tempat-tempat wisata di atas, tak lengkap rasanya jika anda tidak mengunjungi sebuah kolam yang memiliki air dengan tiga rasa ini, yaitu manis, asam dan pahit. Tempat wisata ini dikenal dengan nama Air Tigo Raso. Kolam air Tigo Raso yang terletak di Kota Malintang ini, diyakini oleh masyarakat setempat memiliki kekuatan gaib. Masyarakat mempercayai bahwa airnya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Dan yang utama, air ini diyakini bisa membuat Anda awet muda.

(berbagai sumber)
readmore »»  

Mancing di Sungai Oyo Gunung Kidul


Sungai Oyo adalah salah satu sungai yang membelah Propinsi Daerah Istimewa Jogjakarta dan melintasi kabupaten Gunung Kidul dan Kabupaten Bantul. Saat ini sungai Oyo merupakan salah satu tujuan wisata alam di daerah Gunung Kidul. Wisata yang ditawarkan di sungai Oyo ini antara lain rafting menggunakan ban dalam kendaraan roda empat. Selain itu disisi lain sungai ini memiliki air terjun yang juga menjadi daya tarik bagi para wisatawan karena keindahannya yaitu Air Terjun Sri Gethuk.


Selain untuk tujuan wisata, sungai Oyo juga merupakan salah satu spot mancing potensial yang ada di Jogjakarta. Para pemancing dari berbagai daerah sekitar Jogja sudah banyak yang membuktikannya. Aliran air yang tidak terlalu deras membuat tempat ini menjadi salah satu favorit bagi para pemancing. Ikan yang di dapat pun beragam anatara lain, wader, melem, tawes, bawal, nila dan lain – lain.

Bagi anda yang ingin mencoba sensasi mancing di alam bebas, silahkan mencoba spot yang satu ini. Jika kondisi cuaca terang, air sungai ini akan terlihat hijau karena pantulan warna lumut yangmenmpel pada bebatuan yang terhampar di sepanjang sungai Oyo.
readmore »»  

Koordinat Hotspot Mancing Pulau Seribu


Ada beberapa hal yang harus disiapkan sebelum pergi mancing, mulai dari persiapan alat-alat tempur utama seperti joran, ril, senar dan umpan sampai ke perlengkapan pendukung lainnya. Persiapan tersebut perlu dilakukan agar mendapatkan hasil yang maksimal pada saat mancing nanti. Dan yang pasti tentukan terlebih dulu dimana tempat kita akan memancing.


Salah satu alternatif mancing laut bagi anda yang bertempat tinggal di Jakarta adalah Kepulauan Seribu. Kepulauan Seribu merupakan salah satu tempat mancing yang memiliki hayati laut yang bermacam-macam. Makanya, bagi para penggemar mancing laut tidak akan asing dengan kepulauan seribu yang terkenal kaya akan berbagai jenis ikan.

Selain persiapan yang matang dari pemancing dan peralatan kapal yang lengkap, sukses atau tidaknya trip mancing juga dipengaruhi oleh pengetahuan sang kapten tentang spot-spot yang banyak  ikannya. Di kepulauan seribu terdapat banyak sekali spot mancing yang bagus, kali ini kami akan mencoba berbagi hotspot untuk wilayah kepulauan seribu. Mudah-mudahan informasi ini dapat berguna bagi anda yang ingin melakukan trip mancing ke kepulauan seribu.

Berikut ini koordinat hotspot mancing yang kami berhasil kumpulkan:

Tandes Haris : 106º46,450′ BT dan 05º29,350′ LS
Tandes Ave : 106º41,672′ BT dan 05º31,846′ LS
Tandes Kuswadi III : 106º44,899′ BT dan 05º29,415 LS
Karang Supermarket Timur : 106º45,098′ BT dan 05º29,673 LS
Karang Karimun : 106º48,637′ BT dan 05º29,491′ LS
Tandes Dani : 106º40,843′ BT dan 05º32,258′ LS
Tandes Pujo II : 106º46,898′ BT dan 05º30,569′ LS
Tandes Coco : 106º44,624′ BT dan 05º29,665′ LS
Tandes Surya Paloh : 106º46,233′ BT dan 05º31,249′ LS
Tandes Dadi II : 106º49,097′ BT dan 05º35,405′ LS
Tandes Kartini : 106º42,187′ BT dan 05º34,482′ LS
Kapal tenggelam : 106º39,850′ BT dan 05º34,307′ LS


(berbagai sumber)
readmore »»  

7 Spot Mancing Favorit di Indonesia


Zona Ikan Kita - Jangan bilang Anda pecinta mancing, jika tidak tahu spot mana yang menjadi favorit para 'mancing mania' di seluruh Indonesia.

Nah, Coba saja mengunjungi daerah berikut ini yang konon sangat favorit dan terbaik untuk para pemancing.

Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, pantai Malimping dan Ujung Kulon
Tempat memancing dengan infrastruktur memancing terbaik di Indonesia, di Malimping dan Binuangeun, kabupaten Lebak Banten tersedia kapal memancing dilengkapi GPS dan Fish finder dengan ABK terbaik dan berpengalaman.

Laut sekitar pulau Karimunjawa hingga pulau di sekitar Madura, Jawa Timur
Aneka jenis ikan tenggiri, kakap, giant travelly dan tuna bisa anda buru disini. Infrastruktur wisata belum tersedia

Perairan kepulauan Mentawai, Siberut Sumatera Barat
Terutama di sekitar karang sibora. Infrastruktur memancing belum tersedia, namun bagi anda yang ingin memancing dapat menyewa kapal tradisional milik nelayan sekitar.

Pulau Weh Sabang, Aceh
Terutama di sekitar gugusan karang pulau Silaku, infrastruktur wisata belum memadai di pulau weh ini.

Laut Banda, Laut Aru, Laut seputar pulau Kei, Maluku
Kedalaman yang mencapai 5000 meter ombak yang juga besar dan angin yang pasti selalu berubah .Infrastrukturnya untuk wisata sangat memadai, namun untuk memancing belum tersedia. Biasa nelayan menyewakan kapal tradisionalnya, terdapat banyak zona drop off yang menjadi sarang ikan besar .

Laut Pulau Biak, Papua Barat
Kedalaman laut >1000 meter. Ombak tenang, dengan angin sering berubah. Sangat cocok untuk memancing dengan teknik popping, jigging dan trolling. Tersedia infrastruktur wisata memancing, sejumlah resort menyewakan kapal.

Laut Fakfak, Kanka hingga Kaimana, Papua Barat
Kedalaman laut lebih dari 1000 meter dengan angin yang sering berubah. Tempat terbaik untuk memancing tuna. Dengan berat 90 kg, waktu terbaik untuk memancing adalah bulan Nopember. Tersedia infrastruktur wisata memancing sejumlah resort yang menyewakan kapal dengan ABK berpengalaman.
readmore »»  

Danau Rawa Pening


Zona Ikan Kita - Danau ini terletak di Kabupaten Semarang, Jateng dan menempati beberapa wilayah kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru. Rawa Pening memiliki luas 2.670 hektar dan berada di cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran.


Banyak versi yang menceritakan terjadinya Rawa Pening, Tetapi menurut sebagian besar cerita Rawa Pening terbentuk dari muntahan air yang mengalir dari bekas cabutan lidi yang dilakukan oleh Baru Klinthing. Seorang anak kecil yang tubuhnya dipenuhi luka dan berbau amis, sehingga dia selalu dicaci maki dan tidak diterima kehadirannya oleh masyarakat desa tersebut kecuali oleh seorang nenek tua yang bersedia menerima dan menyayanginya seperti anaknya sendiri.

Karena seringnya menjadi bahan olok-olokan warga akhirnya Baru Klinthing menancapkan lidi dan bersumpah tidak ada yang bisa mencabutnya kecuali dia sendiri. Seluruh warga di desa tersebut tidak ada yang sanggup mencabutnya bahkan orang dewasa sekalipun, akhirnya Baru Klinthing sendiri yang mencabut lidi yang ditancapkannya. Tapi sebelumnya dia sudah memberitahu kepada nenek yang telah merawatnya untuk pergi, keluarlah air yang tidak henti-hentinya dari bekas lubang yang ditancapkan lidi tadi dan menenggelamkan seluruh desa dan tidak ada warga yang selamat kecuali nenek tua tadi. Dan jadilah Rawa Pening yang kita kenal sekarang.


Daya tarik yang ada di Rawa Pening antara lain : Wisata Tirta, dengan perahu tradisional, Penghasil enceng gondok sebagai bahan kerajinan, area pemancingan alam, Sumber mata pencaharian nelayan dan petani ikan, Obyek fotografi yang sangat mempesona.

Keindahan alam yang mempesona menjadikan Rawa Pening sebagai obyek wisata yang patut dikunjungi. Selain airnya yang masih bening dan sejuk di Rawa Pening juga terdapat taman reksreasi yang indah dan cocok untuk rekreasi keluarga. Rawa Pening memiliki beberapa area wisata seperti Tlogo, Lopait, Bukit Cinta, Muncul dan Asinan.

Untuk menikmati keindahannya anda bisa datang di pagi hari, karena Rawa Pening menawarkan pemandangan alam yang sangat luar biasa. Bagi anda yang hobi dengan fotografi, keindahan Rawa Pening di pagi hari saat sunrise menjadi sumber inspirasi untuk foto-foto yang luar biasa. Bahkan karena asyiknya hunting foto anda bisa lupa waktu kalau hari sudah menjelang siang.


Untuk urusan makan, di daerah wisata Rawa Pening banyak terdapat restoran yang sudah dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti kolam renang, gardu pandang dan tempat bermain anak. Pada umumnya kedai dan rumah makan tradisional menyediakan menu ikan gurami bakar.Bagi anda yang ingin beristirahat, disekitar Rawa Pening banyak terdapat villa, losmen, wisma, bungalow, pesanggrahan dan hotel. Bahkan beberapa di antara hotel-hotel itu sudah memiliki fasilitas untuk berbagai keperluan seperti konvensi, seminar, rapat, lokakarya dan penataran.


Danau ini mengalami pendangkalan yang pesat. Pernah menjadi tempat mencari ikan, kini hampir seluruh permukaan rawa ini tertutup eceng gondok. Gulma ini juga sudah menutupi Sungai Tuntang, terutama di bagian hulu. Usaha mengatasi spesies invasif ini dilakukan dengan melakukan pembersihan serta pelatihan pemanfaatan eceng gondok dalam kerajinan, namun tekanan populasi tumbuhan ini sangat tinggi.
Bahkan menurut pemerintah baru-baru ini, Rawa Pening kini masuk 15 danau di Indonesia yang menjadi prioritas untuk ditangani karena sebagian besar dalam kondisi memprihatinkan.Danau lain yang masuk prioritas penanganan antara lain adalah Danau Toba, Maninjau, dan Limboto.

(berbagai sumber)
readmore »»  

Pemancingan Mangrove


Mangrove berasal dari bahasa Portugis, yang kalau diartikan secara umum adalah tanaman yang hidup ditepi pantai/ rawa–rawa yang berhubungan langsung dengan tepi pantai atau yang lebih dikenal dengan Hutan Mangrove.


Pemancingan Mangrove, dibuka sejak Tanggal 8 Mei 2004, Lokasi terletak di Tepi Pantai Tanjung Burung Kecamatan Teluknaga Kab. Tangerang Propinsi Banten. Luas lahan + 20 Hektar. Ikan yang dapat dipancing : Bandeng, Ikan Mujair dan Kakap Alam (Kakap Putih). Fasilitas : Kantin, Saung–saung yang dapat menampung lebih dari 200 orang, Kolam Pancing dengan ukuran masing : 30 x 200 M, 30 X 120 M, 30 x 80 M dan 80 x 200 M dengan kedalam mencapai 5 M, Area Parkir dapat menampung + 50 Kendaraan Roda Empat, Live Music (Organ Tunggal).

Fasilitas

Pemancingan Mangrove berada diluas lahan + 20 Hektar, yang tersebar dalam 4 Kolam besar dan berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Ikan yang ada di pemancingan mangrove dan dapat dipancing adalah Bandeng, Ikan Mujair dan Kakap Alam (Kakap Putih). Fasilitas yang ada di pemancingan mangrove berupa:
  • Mushola
  • Saung–saung yang dapat menampung lebih dari 200 orang
  • Kolam Pancing dengan ukuran masing : 30 x 200 M, 30 X 120 M, 30 x 80 M dan 80 x 200 M dengan kedalam mencapai 5 M
  • Area Parkir dapat menampung + 50 Kendaraan Roda Empat dan 200 Motor
  • Live Music (Organ Tunggal)
  • Kantin
Jenis Ikan

Ikan yang ada di pemancingan mangrove dan dapat dipancing adalah Bandeng, Ikan Mujair dan Kakap Alam (Kakap Putih)

Kolam



Dengan luas 20 Hektare, Pemancingan Mangrove menyediakan 4 kolam pemancingan besar dengan ukuran masing : 30 x 200 M, 30 X 120 M, 30 x 80 M dan 80 x 200 M dengan kedalam mencapai 5 M, yang akan menambah sensasi mancing anda semakin mengasyikan dan menyenangkan. Kami juga menyediakan 170 buah lapak yang siap digunakan oleh para tamu.

Saung Terapung

Dipemancingan MANGROVE, kami menyediakan beberapa saung yang dapat dinimati dan digunakan oleh para tamu. Saung tersebut dapat dipergunakan untuk menunggu tamu yang memancing, atau untuk bersantap siang bersama dengan menu-menu pilihan khas dari dapur kantin kami. Selain itupula, kami menyediakan 470 buah lapak yang siap digunakan para tamu yang ingin memancing.

Kantin


Untuk menemani anda memancing atau ingin mencoba sensasi lain dengan bersantap makan bersama seluruh anggota keluarga atau kerabat kerja, kantin kami menyediakan aneka hidangan laut dan sayuran yang fresh, saat anda memesan baru dimasak serta aneka minuman. Susana alam khas pantai dengan semilir angin sepoi-sepoi akan menambah gairah makan anda. Beberapa menu yang disajikan diantaranya: ikan bandeng bakar, udang goreng tepung, cumi goreng tepung, cumi saus tiram, udang asam manis, ikan mujair goreng, chah kangkung, dan nasi goreng udang.

Hiburan

Untuk menemani tamu kami, kami menyediakan hiburan berupa organ tunggal. Bila anda gemar berkaraoke, tidak ada salahnya mencoba kemampuan menyanyi anda di panggung hiburan kami di pemancingan Mangrove. Perbendaharaan lagu kami sangat lengkap, mulai lagu slow, dangdut, pop, nostalgia dan lagu masa kini semua dapat anda pesan pada penyanyi kami.

Parkir


Fasilitas parkir yang tersedia sangat luas, yang dapat menampung 200 motor dan  50 mobil. Fasilitas ini kami sediakan agar para pemacing dapat leluasa membawa kendaraan. Selain itu kami juga menjamin keamanan kendaraan bermotor pengunjung.

Pemancingan Mangrove

Pantai Tanjung Burung – Teluknaga
Tangerang, Banten
Indonesia
email: info@pemancingan-mangrove.com
Telp. 0888 864 9620, 021-95555290
Hp. 0813 863 51121

http://www.pemancingan-mangrove.com
readmore »»  

Danau Pinai


Zona Ikan Kita - Kabupaten Paniai, Papua memiliki sebuah danau yang sangat indah. Danau Paniai namanya, keindahan panorama danau paniai ini telah diakui oleh 157 negara peserta Konferensi Danau se-Dunia di India pada tanggal 30 Nopember 2007 lalu. Selain terkenal dengan kawasan wisatanya, kabupaten Paniai juga memiliki potensi alam berupa tambang emas, hasil hutan, wisata alam dan budaya. Itulah yang menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Enarotali dan waghete Kabupaten Paniai.


Danau Paniai memiliki luas 14.500 Ha , dan berada pada ketinggian 7.500 meter di atas permukaan laut  kondisi alam sekitar danau sampai sekarang masih alami, selain itu disekitar danau tersimpan nilai-nilai seni budaya masyarakat setempat yaitu seni budaya Suku Mee dan Suku Moni. Suasana yang asri, panorama yang memukau dan air danau yang biru adalah daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung kesana, karena memang sebagian besar topografi Kabupaten Paniai berada di wilayah pegunungan dan perbukitan yang berhawa sejuk .

Sebenarnya di kabupaten Paniai masih ada lagi danau yang tidak kalah indahnya yaitu danau tage dan danau tigi. Ketiga danau tersebut, danau paniai, danau Tage dan danau Tigi ditemukan pertama kali oleh seorang pilot berkebangsaan Belanda pada tahun 1938 yang bernama Wissel Meeren. Pada saat itu, Wissel terbang melintasi pegunungan Pulau Irian dan melihat tiga danau yang memiliki pemandangan yang indah. Karena terpesona dengan keindahannya, Wissel memutuskan untuk mendarat dan menikmati eksotisme ketiga danau tersebut dari dekat. Bahkan, pada masa kolonial Belanda, nama Wissel Meeren lebih populer ketimbang Paniai. Wissel Meeren berasal dari bahasa Belanda yang memiliki arti danau-danau Wissel.


Danau Paniai menyimpan aneka jenis ikan air tawar dan udang. Ikan nila (oreochromis niloticus), ikan mujair (oreochromis mossambicus), ikan mas/ikan karper (cyprinus carpio), ikan sembilan hitam, dan ikan belut (synbranchus) adalah di antara jenis ikan yang dapat dijumpai di danau ini. Sedangkan ikan pelangi (rainbow/melanotaenia ayamaruensis) merupakan biota Danau Paniai yang sering dicari oleh para nelayan dan hobiis ikan hias karena bernilai ekonomi tinggi.

Bila beruntung, di Danau Paniai wisatawan dapat melihat udang endemik Papua yang kini sudah mulai langka, yaitu udang selingkuh (cherax albertisii). Dinamakan demikian karena udang tersebut memiliki capit/jepit besar seperti halnya kepiting. Sampai saat ini, setiap orang yang berkunjung ke Tanah Papua, terutama ke Kota Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, senantiasa mencari udang selingkuh sebagai menu untuk bersantap.

Berkunjung ke Danau Paniai ini tentunya kurang lengkap bila belum mendatangi perkampungan Suku Mee dan Suku Moni, dua suku besar disekitar danau tersebut yang menghuni dataran tinggi Paniai. Selain melihat rumah adat yang disebut honai dan keseharian mereka dari dekat, bila beruntung Anda akan disuguhkan atraksi kesenian dan memperoleh suvenir khas dua suku tersebut sebagai oleh-oleh.


Untuk menuju  ke  Danau Paniai, anda dapat memulai perjalanan dari Kota Enarotali, Ibu Kota Kabupaten Paniai. Dari Kota Enarotali, tersedia dua jalur menuju kawasan Danau Paniai. Pertama, menggunakan jalur darat dengan menyewa bus yang dapat diandalkan untuk melintasi medan jalan yang terjal dan berkelok-kelok. Kedua, mengambil jalur udara dengan menumpang pesawat jenis Cessna yang bisa mendarat di wilayah dataran tinggi dengan karakteristik landasan dari tanah.

Di kawasan Danau Paniai tersedia berbagai fasilitas, seperti pos jaga, pemandu wisata, dan pondok wisata. Persewaan perahu, persewaan peralatan memancing, dan  warung-warung kecil juga tersedia di sini. Wisatawan yang ingin menginap, dapat menyewa rumah-rumah penduduk yang terdapat di sekitar danau eksotis ini atau berkemah di berbagai lokasi di kawasan tersebut. Sedangkan bagi wisatawan yang ingin memperoleh akomodasi yang lumayan lengkap, disarankan ke Kota Enarotali. Di ibu kota Kabupaten Paniai ini, ditemukan toko, pasar, rumah makan, rumah ibadah, kios wartel, serta hotel dan wisma dengan berbagai tipe.

(sumber wikipedia/indotim.net)
readmore »»  

Danau Tirta Gangga


Zona Ikan Kita - Danau Tirta Gangga adalah tujuan wisata alternatif bagi warga setempat. Hari libur maupun akhir pekan, danau ini ramai dikunjungi warga setempat untuk menikmati panorama alam danau, dan berbagai sarana hiburan. Alam kehijauan yang ada di sekitar danau membuat mata kembali segar dan Anda akan merasakan kesegaran udara yang masih tergolong asli.


Danau Tirta Gangga berada di Kecamatan Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah, Lampung atau sekitar 60 kilometer dari Kota Gunung Sugih dengan melalui jalan hotmix. Selain memiliki panorama alam yang indah, di lokasi objek wisata Danau Tirta Gangga juga terdapat sebuah patung Bima yang sedang bertarung dengan Naga Nemburnawa (lakon Dewa Ruci dalam perwayangan).


Dikisahkan sang Bima diperintahkan oleh Guru Dorna untuk mencari Tirta Prawita Adi. Di akhir kisah, setelah mengalahkan sang naga, Bima malah bertemu dengan Dewa Ruci dan mengetahui bahwa Tirta Prawita Adi sebenarnya tidak ada dan perintah Dorna tersebut hanya merupakan siasat licik untuk menyingkirkan Bima.
Danau Tirta Gangga, terletak di Kecamatan Seputih Banyak. Dari ibukota Kabupaten Gunung Sugih, Danau Tirta Gangga dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit, jika menggunakan kendaraan pribadi. Sedangkan dari jalur lintas timur, danau ini terletak kurang lebih 5 km.


Objek wisata ini menawarkan panggung di tengah danau, Perahu Kano, Perahu Bebek dan Pemandangan danau berlatar belakang Patung Dewa Krisna. Potensi pengembangan untuk lokasi pariwisata ini adalah; pembuatan sarana hiburan, rumah makan dan agen perjalanan.

(Berbagai Sumber)
readmore »»  

Spot Mancing Lampung


Propinsi Lampung ternyata bukan hanya memiliki lokasi yang terkenal dengan gajahnya saja, namun bagi anda yang gemar mancing di rimba secara berpetulangan, memilih Lampung adalah tepat. Semua lokasi sungai, ranau danau dan rawa masih masih murni dan perawan. Bagi anda yang gemar mancing di alam liar tentu anda akan dipuaskan dengan alam yang ada.

Soal ikan freshwater jangan tanya lagi, yang jelas anda bisa menikmati pemandangan alam sembari menikmati ikan pancingan yang banyak diburu pancinger dunia seperti snakehead, hampala dan ikan nila berukuran jumbo.


Namun bila anda belum mengenal medan dan lokasi maka mancing ke Lampung akan sangat sulit, sebab propinsi Lampung sangat luas dan memiliki banyak hot spot untuk dijajakinya.

Hot spot yang pertama adalah daerah Lebung /Rawa Indo Lampung terdapat ikan toman berukuran besar dalam jumlah yang banyak. Ikan lain yang ada di sana adalah ikan hampala.

Hot spot kedua adalah Bendungan/ waduk Batutegi merupakan spot yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Di lokasi ini terdapat juga ikan hampala, ikan baung, nila, dan ikan air tawar lainnya. Bagi anda yang senang casting anda bisa menelusir waduk ini mencegat hampala dengan ukuran sedang sampai besar.
Hotspot yang ketiga adalah Danau Ranau dimana danua ini menyimpan setuja pesona dengan beraneka ragam ikan. Airnya pun masih jernih. Ikan hampala juga sering di dapat di danau ini.

readmore »»  

Spot Mancing Pantai Jogjakarta


Daerah pantai berpasir dengan gumuknya yang sudah terkenal sampai mancanegara, sepanjang pantai di sebelah Timur yaitu Pantai Dorowati, Parangkusumo, Parang Tritis hingga pantai Depok, dan pantai Glagah yang terbentang berkilo-kilo meter ternyata menjadi ajang mancing pancinger Yogakarta dan sekitarnya.


Kalo ingn tahu berapa jumlah pancinger Yogyakarta datang saja ke pantai-pantai Yogyakarta dan anda pasti tidak bisa menghitung saking banyaknya. Kalau kita mau hitung-hitungan setiap hari bukan hari libur ada ratusan pancinger yang nongkrong di sana. Apa lagi kalau pas liburan, jangan tanya lagi jumlahnya pancinger, sampai tak terhitung.

Mencermati banyak pancinger yang berbodong-bondong mengail ikan di pantai berpasir inilah pemerintah daerah atau pancinger Yogyakarta pernah menggelar lomba mancing di sana. Hasilnya woow luar biasa. Ratusan pancinger tumplek di Parang tritis. Saking tertariknya saya terhadap mancing pasiran di Yogyakarta, beberapa beberapa kali di berbagai media saya menulis tentang mancing pasiran.

Casting Pantai Yogya

Meski berstatus daerah Istimewa dan satu sisinya perbatasan dengan laut, sampai saat ini Yogyakarta belum mempunyai dermaga yang cukup aman dan nyaman sebagai tempat untuk menambatkan kapal. Faktor ini agaknya menjadi penyebab sejauh ini belum banyak pancinger di kota Gudeg tersebut menamamkan investasinya dalam bentuk kapal mancing.

Kendati begitu, kesulitan-kesulitan tersebut tidak menghalangi pancinger Yogyakarta dan sekitarnya untuk merasakan liarnya perlawanan ikan-ikan laut. Dengan cara kasting dari pantai dan tebing-tebing karang (rock fishing), mereka pun sering terlibat pertarungan yang alot dengan kuwe, talang-talang, kuro, kakap, cendro, pari, hiu dan beberapa macam lagi ikan penghuni daerah pasiran maupun karang.

Di kalangan pancinger Yogyakarta mancing dari pantai (surf casting) biasa disebut sebagai mancing pasiran. Sedangkan dari tebing (rock casting) disebut dengan karangan. Namun faktor kemudahan dan kenyaman membuat penggemar mancing pasiran lebih banyak ketimbang karangan.

Mancing dari daratan namun bisa mendapatkan ikan besar seperti bila di tengah laut ini agaknya yang menjadi daya tarik yang utama mancing pasiran. Karena tanpa kapal, biaya yang diperlukan praktis sangat terbatas. Paling-paling hanya untuk ongkos perjalanan darat bolak-balik ke pantai dan membeli bekal.Tidaklah heran jika pada hari libur dan minggu, sepanjang pantai yang paling timur yaitu pantai Doro Wati, Parangkusumo, Parangtritis, Pantai Depok, Pantai Glagah hingga Congot selalu ditemukan pancinger pasiran.

Sumber : http://mancingsukaku.blogspot.com/
readmore »»  

Spot Mancing Bendungan Lahor



Bendungan Lahor adalah suatu bendungan yang berada di perbatasan antara kabupaten Malang dan kabupaten Blitar. Waduk ini dibangun untuk meingkatkan kualitas pertanian dengan pengaturan debit air, fungsinya bagi pertanian sungguh amat diperlukan. Dilokasi ini tentu saja menjadi obyek pemancingan yang rame bagi pemancing lokal Malang dan sekitarnya.


Di bendungan Lahor, biasanya para pemancing mencari ikan nila, ikan mujair atau ikan tombro. Jenis yang terakhir sudah sangat jarang terdapat di sini. Memancing di daerah ini biasanya memakai umpan yang berupa lumut. Dengan direndam di rebusan bekicot, lumut menjadi lebih amis dan siap untuk dipakai…sst..umpan ini baru saya ketahui setelah mengetahui seorang pemancing yang mampu membawa pulang nila yang jumlahnya mungkin kalau ditotal lebih dari 20 kg. Wow…. Jadi biasanya kami memancing dengan umpan lumut biasa, namun semenjak direndam dengan air rebusan bekicot, hasilnya lebih baik..

Memancing di waduk Lahor bisa melalui dua lokasi, dari obyek wisatanya dengan membayar tiket, atau melalui kampung di sekitarnya seperti daerah Bendo, yang memang tidak ada lokasi parkirnya, sehingga kita harus parkir sepeda motor di rumah penduduk. Enaknya lagi memancing di daerah ini masih dapat merasakan dinginnya udara, karena pagi sampi siang masih tertutup pohon –pohon besar milik penduduk lokal. Kepanasan aja kalau sudah mulai sore hari.

Memancing ikan di Lahor memang sekarang menjadi sangat kurang peminatnya, dikarenakan pernah terjadi pembuangan limbah besar – besaran yang mematikan ribuan ikan, sehingga bibit – bibit ikan juga banyak yang mati juga, mungkin sampai 1 – 2 tahun kondisi ikan akan seperti ini. Memang bendungan ini menampung air dari sungai besar dyang lewat kota dan kabupaten malang. Dan kemungkinan pembuangan limbahnya juga semakin besar juga.

Kalau anda mau memancing di waduk Lahor, lebih gampang jika anda menggunakan angkutan antar kota yang kecil seperti colt diesel. Atau anda bisa melewati jalur bis Malang – Blitar, dan setelah ngebruk ( kalau dari Malang akan anda temukan lokasi obyek wisatanya ada di sebelah kanan jalan dan masuk sekitar 100m saja. Disebelah kiri terdapat bendungan Karang kates. Kalau ingin memancing di perkampungan sebaiknya bertanya pada tukang ojek yang ada disekitar terminal, biasanya akan menunjukkan daerahnya, Karena kebanyakan mereka juga punya hobby memancing juga..

Sumber : http://pemancing.com
readmore »»  

Spot Mancing Pelabuhan Gilimanuk


Malam semakin gelap menggayut, namun pelabuhan penyeberangan Gilimanuk tidaklah semakin sepi namun malah semakin ramai dengan bus malam dan hiruk pikuk truk yang menyeberang ke pulau Jawa. Seperti tak mengenal waktu, pelabuhan ini seperti tak pernah tidur. Demikian juga malam itu, sambil menunggu kapal yang akan berangkat ke pulau jawa, aku mendatangi Misrun, seorang pemancing kawakan yang lagi menunggu umpannya dimakan ikan. Dengan penuh keasyikan dia melemparkan pancingnya dan sesekali menariknya untuk memindahkannya ke sisi yang lain.


Memancing bagi bujangan satu ini merupakan kegiatan yang dilakukannya dikala rutinitas pekerjaan yang ia kerjakan sebagai pekerja swasta di suatu kantor . saat malam mulai menjelang ia mulai berkemas dan menghabiskan malam itu ditepi laut. Memancing sudah menjadi bagian dari hobi yang susah dilepaskan olehnya. Memancing di gilimanuk pada malam hari memang menyenangkan karena hampir sepanjang malam selalu ada keramaian orang yang berlalu lalang.

Untuk memancing di dermaga gilimanuk anda bisa mencari lokasi strategis di beberapa tempat seperti di tepi dermaga penyeberangan. Dengan lokasi pemancingan yang cukup dalam, memancing di dermaga ini cukup menngasyikkan, bahkan jika beruntung, anda dapat memperoleh ikan besar yang bersembunyi di karang. Memancing di pelabuhan memang enak di siang hari karena selain tidak terkena panas, jika perut sudah terasa lapar tinggal berhenti sebentar untuk makan di warung. Memancing di pelabuhan ini memang nyaman dan gampang, karena kebutuhan konsumsi kita sudah tersedia di warung – warung yang buka 24 jam disana.
Untuk memancing di pelabuhan, banyak sekali cara memancing yang dapat anda lakukan. Anda bisa menggunakan joran sebagai alat bantunya, atau langsung menggunakan tali yang sudah terdapat umpan dan langsung melemparkannya ke air. Memancing dengan cara ini yang paling banyak dilakukan oleh pemancing di Gilimanuk.

Untuk memancing di sini, anda bisa menggunakan umpan yang berupa ikan belanak yang anda potong kecil – kecil ataupun anda bisa memakai umpan berupa udang dan cumi – cumi. Semua umpan tersebut sebaiknya dalam keadaan segar, sehingga menarik ikan pemangsa.

Sumber : http://pemancing.com
readmore »»  

Spot Mancing Bendungan Sengguruh

Bendungan Sengguruh terletak di kepanjen – Malang. Kira – kira jaraknya 5 km dari pusat kota kepanjen. Bendungan Sengguruh ini merupakan salah satu konsep penataan pengairan di daerah Malang selatan dan sekitarnya. Pembuatannya ditujukan untuk irigasi bagi daerah sekitarnya. Namun dibalik pentingnya fungsi bendungan ini, kita bisa melihat di sepanjang bendungan Sengguruh banyak para pemancing yang rela berpanas – panasan untuk memancing ikan yang cukup melimpah, terutama saat airnya masih dangkal seperti saat ini.


Memancing di bendungan sengguruh biasanya terbagi dalam dua daerah pemancingan. Yang pertama adalah daerah pemancingan di dalam bendungan, dimana terdapat jalan setapak yang melewati pabrik kertas sehingga para pemancing sampai di danau sengguruh tepat di genangan air danaunya. Banyak lokasi memancing di sini, bahkan banyak pula para pemancing yang menggunakan perahu sampan yang disewa seharian penuh untuk mencari hotspot memancing di sepanjang bendungan ini.

Saat memancing di dalam area bendungan Sengguruh, biasanya para pemancing mencari ikan Nila dan ikan Mujair. Dengan jumlahnya yang sungguh banyak ikan Nila dan Mujair dipancing dengan menggunakan umpan berupa lumut sungai. Cara memancingnya cukup sederhana, lumut yang sudah dikumpulkan atau dibeli dimasukkan kedalam wadah plastik yang berisi air. Dengan rangkaian khusus mata pancing untuk lumut dicelupkan kedalam tumpukan lumut tersebut sehingga menempel pada mata pancing selanjutnya dilemparkan ke dalam perairan. Pemancingan dengan umpan lain jarang sekali ditemukan jika memancing di bendungan Sengguruh ini.

Pemancingan kedua terdapat pada saluran pembuangan air yang keluar dari mulut bendungan sengguruh. Dengan besarnya arus air yang ada, ikan yang ada disekitar jalur air bendungan Sengguruh adalah ikan Bader merah, sejenis ikan tawes dengan ekor berwarna merah. Para pemancing yang memancing pada arus yang kuat ini banyak yang menggunakan umpan pelet. Jenis umpan pelet yang sudah dilemaskan bisa ditambah dengan berbagai aroma, biasanya kami menggunakan bawang atau trasi sebagai campuran pakan.

Rangkaian pancing yang cocok untuk pemancingan di air deras seperti di bendungan Sengguruh ini adalah rangkaian mata pancing “jamur merang” istilah kami untuk rangkaian mata pancing kecil dengan jumlah mata pancing sampai 15 biji. Rangkaian kail tersebut memiliki senar sendiri – sendiri dan digabung menjadi satu rangkaian besar. Umpan sebesar bakso di bentuk seperti jamur dimana mata kail dipasang di setiap sudut umpan jamur tersebut sehingga jika ikan bader memakan umpannya dari sisi mana saja pasti akan kena mata pancingnya.

Memancing di bendungan Sengguruh memang menyenangkan, sekaligus aman karena rumah – rumah disekitar bendungan menawarkan rumahnya sebagai tempat parkir. Dengan jumlah pemancing yang bisa mencapai puluhan pada saat hari libur, jasa parkir yang ditawarkan merupakan pemasukan yang lumayan bagi penduduk sekitar bendungan sengguruh. Jika ternyata pemancingan anda kurang sukses dan anda masih ingin membawa oleh – oleh ikan, terdapat juga warung – warung yang menjual ikan segar hasil tangkapan nelayan lokal yang menggunakan jaring dan jala.

Namun sayangnya di bendungan Sengguruh ada juga para nelayan lokal yang menggunakan setrum untuk mencari ikan. Dengan menggunakan perahu sampan mereka membawa beberapa accu dengan daya yang cukup besar untuk menangkap ikan. Sungguh tindakan merusak lingkungan tersebut sangat menggangu konservasi alam, sekaligus merusak kesenangan para pemancing yang ingin meneruskan hoby mancingnya. Semoga ada upaya pemerintah untuk melarang para perusak habitat ikan ini. Viva pemancing mania…

Sumber : http://pemancing.com/
readmore »»