Tampilkan postingan dengan label Teknik Mancing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Mancing. Tampilkan semua postingan

Jenis Joran Berdasarkan Teknik


Memancing memang hobi yang menyenangkan dan sangat diminati untuk saat ini. Salah satu piranti yang digunakan dalam kegiatan memancing adalah Joran. Joran yang digunakan dalam memancing terdiri dari berbagai jenis sesuai dengan teknik yang akan digunakan dalam memancing. Beberapa jenis joran yang umum digunakan dalam memancing di antaranya adalah:

 
1. Surf Casting Rod

Joran untuk memancing dari pinggiran karang atau pantai, joran ini panjangnya bisa mencapai 5 meter, mempunyai dudukan reel yang kuat dan grip yang besar untuk dipegang oleh kedua tangan waktu melempat umpan. Biasanya blank-nya bertipe teleskopik. Ada teknik-teknik moderen dalam melempar umpan dengan joran ini hingga bisa mencapai jarak ratusan meter, contohnya Pendulum Cast. Joran jenis ini seperti joran antena biasa. Keunggulannya joran ini adalah panjangnya yang hampir 5 meter atau lebih. Joran ini biasa digunakan untuk memancing dipinggiran karang ataupun memancing pasiran.

2. Ice Fishing Rod

Joran ini biasa digunakan untuk memancing di es. Joran untuk memancing di danau, kolam, atau sungai yang beku dengan cara membuat lubang di es. Karena untuk memudahkan dalam memancing di es, joran ini relatif pendek, hanya sekitar 80-100cm saja dan menggunakan spinning reel.

3. Fly Fishing Rod

Joran ini dirancang sedemikian rupa hingga dapat melempar umpan khusus berbentuk Flies yang relatif ringan dalam jarak yang jauh. Blank panjang dan kecil diameternya dengan kelenturan yang tinggi, reel seat dirancang khusus untuk fly fishing reel. Rod ini biasanya mempunyai 1 ring guide yang besar disebut Stripping Guide dan beberapa ring guide yang lebih kecil disebut Snake Guide, diletakkan di sepanjang blank joran untuk mengontrol jalannya fly line (kenur khusus untuk fly fishing) yang relatif tebal diameternya. Untuk menghindari gangguan dalam melempar (cast) biasanya rod ini tidak mempunyai bagian butt yang berada belakang reel seat, ataupun ada biasanya pendek saja. Tapi ada tipe rod yang mempunyai butt di bagian belakang reel seat dan malahan ada juga yang dilengkapi gimbal butt, biasanya untuk saltwater fly fishing. Joran jenis ini digunakan untuk umpan ringan yang membutuhkan jarak yang jauh.

4. Trolling Rod

Trolling Rod Joran khusus untuk memancing dengan cara Trolling, yaitu memancing dengan menyeret umpan buatan atau umpan alami memakai kapal yang berjalan dalam kecepatan tertentu. Joran ini biasanya mempunyai ukuran dari 5feet sampai dengan 7feet. Ada 2 tipe line guide untuk joran trolling, light dan medium trolling sampai dengan 50lbs biasanya menggunakan ring guide, untuk heavy trolling 50lbs keatas menggunakan roller guide. Semua tipe joran trolling menggunakan tipe Overhead Reel (conventional reel), yaitu reel yang posisinya berada pada sisi atas joran. Bagian butt pada joran trolling ada 2 jenis, yaitu tipe bent (bengkok) dan straight (lurus).

5. Baitcasting Rod

Baitcasting Rod adalah joran dengan Overhead Reel, biasanya digunakan untuk casting umpan di lokasi-lokasi yang sulit terjangkau dengan akurasi yang tinggi. Ciri khas joran tipe ini ditandai dengan adanya pegangan untuk jari telunjuk disebut Trigger Grip atau Pistol Grip (menyerupai trigger pada senapan) pada real seatnya, dan ring guide untuk joran tipe ini biasanya berdiameter jauh lebih kecil daripada ring guide pada spinning rod. Biasanya merek-merek terkenal mengeluarkan 2 model untuk tipe joran yang sama, yaitu model spinning dan model baitcasting. Joran jenis ini biasa digunakan untuk teknik casting karena dapat menjangkau tempat-tempat tertentu dengan akurat.

6. Spinning Rod

Spinning Rod adalah joran dengan Spinning Reel, joran ini biasa digunakan untuk casting umpan jarak jauh dengan mengorbankan sedikit akurasi lemparan. Joran dengan spinning rod adalah joran yang paling umum digunakan di Indonesia karena kemudahan pakai dan harga yang terjangkau. Joran spinning bisa berbentuk teleskopik, 1 section hingga 3 section blank. Spinning rod mempunyai ring guide yang relatif besar terutama pada ring guide yang pertama bila dihitung dari reel seat, fungsi ring guide yang besar ini adalah me-minimalkan friksi kenur yang berputar terhadap ring guide pada saat umpan dilempar. Spinning rod mempunyai jenis-jenis yang populer dikalangan pemancing seperti joran yang biasa dipakai mancing di empang, joran surf casting, joran popping, joran jigging dan sebagainya.

7. Popping Rod

Popping Rod adalah joran untuk mancing dengan teknik Popping, yaitu melempar umpan buatan dari kayu atau plastik yang disebut Popper. Joran popping menggunakan spinning reel sebagai penggulung kenur. Joran ini mempunyai rentang panjang blank mulai dari 7 feet sampai dengan 8,6 feet. Bagian butt dari joran ini sangat kuat, bagian grip nya menggunakan EVA foam dan dilengkapi dengan gimbal butt, beberapa tipe joran menggunakan reel seat dengan kunci pengaman. Joran popping masa kini menggunakan bahan dasar carbon composite untuk blank-nya, bahan ini sangan kuat dan ringan sehingga joran popping moderen dapat memiliki rating sampai dengan 100lbs, hampir rata-rata joran popping mempunyai fast action tapper.

Rating joran popping biasanya disebutkan dalam satuan PE, misalnya PE5, PE6, PE8, PE10. PE adalah satuan ukuran maksimal beban (breaking strain) pada kenur braided, artinya bila suatu joran popping mempunyai rating PE8 berarti kekuatan kenur maksimal untuk joran tersebut adalah PE8. Ring guide untuk joran popping rata-rata sudah memakai bahan metal alloy atau Silicon Carbide untuk mengantisipasi gesekan kenur braided dengan beban yang besar.

8. Jigging Rod

Banyak pemancing terutama orang-orang Jepang menyukai mancing dengan metode mancing yang dinamakan Jigging ini, yaitu mancing dengan menggunakan umpan berbentuk Metal Jig. Umpan ini bisa dilempar kemudian ditarik-tarik, atau bisa juga diulur masuk ke air sampai dengan kedalaman tertentu kemudian ditarik-tarik dengan irama tertentu (horizontal jigging atau vertical jigging). Joran jigging memerlukan kekuatan yang besar karena beban umpan yang bisa mencapai lebih dari 500gr, semua joran jigging mempunyai fast action tapper. Panjang joran jigging bervariasi mulai dari 5 feet sampai dengan 7 feet.

Seperti halnya joran popping, joran jigging mempunyai konstruksi yang sangat kuat tapi ringan, dikarenakan aktifitas jigging yang sangat menguras tenaga. Rating joran jigging biasanya disebutkan dalam satuan PE, misalnya PE5, PE6, PE8, PE10. PE adalah satuan ukuran maksimal beban (breaking strain) pada kenur braided, artinya bila suatu joran jigging mempunyai rating PE8 berarti kekuatan kenur maksimal untuk joran tersebut adalah PE8.

Joran jigging mempunyai 2 model yaitu overhead dan spinning, beberapa merek terkenal mengeluarkan 1 tipe joran yang sama dengan model overhead dan spinning. Walaupun joran jigging mempunyai rating sampai dengan 100lbs, joran model overhead tetap menggunakan line guide berupa ring, bukan roller seperti pada joran trolling. Ring guide menggunakan bahan dasar metal alloy atau silicon carbide untuk menahan gesekan kenur braided.

9. Joran Tegek

Power dan Action dari joran
Joran dibagi-bagi kelasnya dengan Action (sifat-sifat kelenturan joran waktu mendapat beban) dan Power (kekuatan joran).

- Slow Action

Joran tipe ini sangat lentur lifting powernya sangat rendah, ujung joran dapat melengkung sampai hampir mendekati bagian butt dari joran, joran ini bagus untuk mendeteksi gigitan ikan-ikan kecil dan menggunakan kenur yang kecil. Dengan joran tipe ini, tekanan dari ikan lebih diserap oleh joran daripada oleh kenur karena sifat kelenturannya. Joran dengan bahan dasar fiberglass biasanya mempunyai sifat slow action.

- Fast Action

Bila ditekuk joran ini akan sangat cepat sekali kembali ke posisi semula, sangat cocok untuk melempar umpan dengan akurasi tinggi dan untuk memainkan umpan buatan sehingga gerakannya bagus di air. Joran fast action hanya melengkung pada bagian atas joran saja, biasanya mulai dari setengah bagian joran ke atas. Joran-joran moderen dengan tipe ini biasanya terbuat dari High Modulus Graphite atau Carbon Composite sehingga mempunyai kekuatan, sensitifitas dan power yang luar biasa. Power rating dipakai untuk menentukan beban maksimal umpan dan kelas kenur yang dapat ditangani oleh joran tersebut, hal ini lebih berhubungan dengan besarnya target ikan yang akan dipancing

10. Joran bambu

Joran jenis ini banyak digunakan di daerah Yogyakarta, karena joran jenis ini sudah bertahun-tahun ditemukan di Jogja sampai sekarang. Joran jenis ini merupakan sambungan yang kuat antara joran dengan batang bambu muda pilihan sebagai tempat pegangan. Joran jenis ini tidak menggunakan reel, hanya menggunakan tarikan dengan tangan bila mendapatkan ikan. Pendapat dari penikmat mancing dengan jenis joran ini adalah joran ini sensasi pada saat ditarik oleh ikan lebih terasa mantap. Joran bambu ini biasa digunakan untuk memancing di kolam maupun di sungai.

11. Joran Antena (Telescophic)

Joran antena (Telescophic) : joran jenis ini merupakan joran yang dapat disambung seperti antena, ujung atas bagian tip top nya merupakan bahan yang penuh (tidak kosong), sementara bagaian lainnya kosong. Joran jenis ini biasa dipilih karena mudah untuk dibawa kemana-mana.
readmore »»  

Cara Memancing Ikan Tenggiri


Cara Memancing Ikan Tengiri
Penggunaan set medium heavy dengan mainline 10lb ke 25lb yang tidak berwarna sepanjang melebihi 200 mtr. perambut pula dari jenis flourocarbon 20lb panjang 2 mtr dengan coated steelwire 20lb panjang 6" menggunakan hook 2/0 dan 3/0.
 
Pelajari jenis jenis arus karena sangat penting untuk memancing ikan tenggiri :

Arus mati.
Belon atau pelampung yang sesuai adalah digalakkan untuk mengelakkan umpan berbelit dengan pancing lain. Jarak umpan dengan belon paling kurang 4 mtr. Lagi panjang lagi bagus. Lepaskan umpan dalam jarak melebihi 30 mtr dari bot. Ikan hidup seperti selar dan kembong hendaklah dicangkut dalam keadaan kepala mengarah ke hadapan.

Arus perlahan.

Penggunaan teknik floating tanpa ladung atau belon. tetapi umpan ikan hidup hendaklah dicangkut dalam keadaan kepala menghadap bot. kalau menggunakan multiflier reel, bolehlah ikat perambut steelwire direct kepada mainline dengan ikatan albright dengan safety knot dihujung.

Arus deras.

Penggunaan teknik mid water dengan batu ladung bersaiz 2 atau 3. batu ladung dimasukkan kedalam mainline. setelah lepaskan ikan hidup ladung hendaklah dipegang. hulurkan tali sepanjang 10 mtr baru ikatkan getah gelung pada mainline untuk jadikan stopper ladung. lepaskan sepanjang 30 mtr dari bot.
Untuk pancingan malam pula perambut 50lb digunakan manakala steelwire 50lb pula hendaklah sepanjang 1 kaki. sekiranya bulan gelap cara pancingannya pula berbeza kerana tenggiri hanya akan makan dibawah bayangan cahaya lampu bot. bottom fishing tetapi dinaikkan sebanyak 8 mte. teknik seperti siang boleh digunakan sekiranya bulan terang.

Hook Up:
hook up hendaklah dibuat dengan kuat beberapa kali supaya mata yang disangkut pada umpan hidup boleh tanggal dan menyangkut pula pada rahang ikan tenggiri. sekiranya ini tidak diambil berat kita akan kehilangan tenggiri tersebut kerana rabut.
inilah serba sedikit yang boleh kawan berikan sebagai info pada kenkawan semua.
kalau dilayan dengan slow dan smooth species ini mudah menyerah tapi kalau ditarik dan dikarau ganas ia akan lebih ganas dan lambat menyerah. peratus putus sangat besar. penggunaan light set dengan mainline 10lb adalah sangat berkesan untuk menawan species ini tetapi ia akan mengganggu kekawan lain kerana memakan masa yang lama. kalau medium heavy makan masa 5 minit, light set pula 7 minit.

Tentang keadah pancingan tenggiri, kita perlu tahu yang paling mustahak ialah spot.

spot 1: Spot karang yang mana tenggiri nya telalu banyak hinggakan kalau dihulur apa saja yang bergerak akan dimakan seperti dilatuna sarawak.

spot 2: merupakan karang yang sempit yang memang banyak tenggiri menghuni disini dimana ramai nelayan pancing menjadi penunggu tetap disini seperti karang ngah. mereka hanya memancing tenggiri sahaja dengan mendapat hasil yang mencapai 40 hingga 50 ekor sehari.

spot 3: spot yang ada tenggiri tetapi tidak menjadi lubuk nelayan kerana kalau ditunggu pun hasil nya tak seberapa. seperti didalam unjam laut.

spot 4: spot yang karang nya sangat luas. dimana kita perlu bergantung pada nasib untuk dapatkan species tenggiri.

spot 5: spot yang tiada rekod hasilkan tenggiri tetapi saja2 mencuba tetapi kadang kala dapat juga.

keadah untuk spot 1:
semua keadaah sesuai digunakan tetapi sekiranya untuk dapat hasil yang banyak pakailah perambut steelwire kasar dengan teknik bottom. bila kena saja rentaplah terus naikan keatas bot. sekiranya nak kan keseronokan pancing kawan syorkan pakailah light set dengan mainline 10lb, perambut steel wire 20lb dan hook 2/0 cutting point.

keadah spot 2:
memandangkan puluhan nelayan menunggu tempat ini sehari hari jadi tenggiri disini sudah kenal benda asing yang dihulurkan pada mereka. line berwarna atau braided, steewire hitam, kekili besar, umpan mati serta benda asing seperti getah, manik danperambut kasar merupakan benda2 yang perlu dielakkan. sehinggakan nelayan yang kita tahu terkenal dengan koyan dengan tangsi hingga ratus lb hanya menggunakan perambut 15lb sahaja disini. melainkan dikala permulaan species ini masuk ke sini setelah berbulan laut bergelora. ketika itu keadahnya sama dengan spot 1.

keadah spot 3:
dispot ini bolehlah kita gunakan teknik spinner atau sesudu juga casting rapalla. kalau nak gunakan keadaah floating dan mid water juga boleh. tenggiri disini tidak peka pada perambut atau benda2 asing kerana sesekali sahaja mereka diumpan dengan benda asing.

keadah spot 4:
disini trolling amat berkesan. keadah lain boleh digunakan tetapi peratusan hasilnya sangat kecil dibandingkan dengan keadaah trolling.

keadah spot 5:
disini kita hanya perlu tajul satu set untuk tenggiri denga keadah floating disamping pancing bottom untuk species lain. kita tidak perlu berharap pada tenggiri lebihkan tumpuan pada species lain. sekiranya ada rezeki dapatlah seekor dua.

Perhatian:
species tenggiri tidak memilih arus. kalau arus laju tapi faktor lain baik ia akan makan dan sebaliknya walaupun arus baik tetapi faktor lain tidak baik alamat melangutlah joran kita.

Faktor2 tenggiri aktif.
1.cuaca baik setelah habis monsoon. tidak kira arus.(karang)
2.cuaca baik air jernih(biru kehitaman) tidak kira arus.(karang)
3.cuaca tidak baik tapi arus baik.(unjam)

Teknik rentapan untuk pancingan tenggiri pula ada beberapa teknik yang berkesan sesuai dengan set pancing dan keadah pancing yang kita gunakan.

1. penggunaan light set medium fast action rod mainline 10 ke 15lb keadah hanyut dengan umpan hidup. sebelum pancingan dimulakan pastikan dulu tension drag pada tekanan 80% dari kekuatan mainline. semasa umpan diturunkan hendaklah perhatikan kelajuan pergerakan renangan umpan sekiranya kelajuan pergerakan maintain teruskan dengan tension dalam keadaan off(free) sekiranya ada rasa macam kelajuan renangan umpan bertambah dengan drastik, jangan lengah terus saja sentap dengan kuat beberapa kali kerana umpan anda sudah dimakan. semasa sentapan dibuat pastikan tension drag masih dalam keadaan free. on kan drag bila saja mangsa membuat larian laju. biarkan tension dalam keadaan 80% kekuatan line supaya mangsa cepat pancit.
sentapan untuk light set perlu sekuat hati kerana rod yang lembut. daging umpan yang fresh masih liat jadi perlukan kekuatan untuk koyakkan daging umpan supaya mata kena pada mangsa.
bila ikan tidak makan semasa umpan turun, on kan drag dan parkinglah dekat holder. sekiranya umpan dientap, kekuatan drag tadi akan buatkan hook kena kat mulut mangsa tetapi sekiranya kita lambat buat hook up, umpan akan diludah dengan mudah sahaja kerana hook hanya melukai mangsa tapi belum melepasi duri pandan. sentapan hendaklah dilakukan dalam keadaan rod masih melengkung kerana dimasa itu memori pada rod dan line sudah sampai tahap maksima. dengan cara ini hook akan menembusi daging pada mulut mangsa.

2. Penggunaan medium heavy set, mainline 25lb ke 30lb pula sangat senang tetapi perlukan kepantasan kerana memori kelengkungan rod hanya sedikit dibandingkan dengan light rod. setkan tension drag sama dengan cara tadi dengan ketegangan 80% kekuatan mainline. bila saja ada rentapan dari mangsa rod hendaklah disentap dengan kuat dan cepat. jangan pula bila rod ditarik ikan, tension nak ketatkan, tali ikatan nak dibuka terlebih dahulu barulah nak buat hook up . alamatnya putih mata. hook up terlebih dahulu sebelum buat lain perkara barulah peratus untuk dapatkan mangsa lebih besar.
readmore »»  

Tehnik Memasang Umpan Hidup


Memasang umpan untuk memancing memerlukan teknik yang benar agar umpan tidak mudah lepas dan dapat mengelabuhi ikan. Untk memasang umpan hidup seperti ikan atau udang, memerlukan tehnik khusus, agar umpan tersebut tidak mati dan tetap bergerak untuk memancing ikan buruan mendekat dan memakannya.
Berikut beberapa tehnik memasang umpan hidup :


Cara memasang umpan untuk memancing di permukaan air (Surface Fishing)

Jika kita menginginkan umpan hidup bermain di atas permukaan air dimana ikan yang diburu seperti ikan tenggiri, ikan layaran atau mersuji. Kita memasang mata kail pada umpan ikan hidup pada beberapa bagian supaya umpan ikan tersebut akan berenang hanya beberapa kaki di permukaan air. Kita memasang mata kail pada belakang ikan dekat dengan ekor, boleh juga memasang mata kail di bagian belakang kepala atau melalui mulut ikan umpan tersebut.

Cara memasang umpan untuk memancing ke dasar atau ke bawah (Bottom Fishing)

Jika kita menginginkan umpan hidup kita bermain di dasar atau di bawah permukaan air dimana ikan yang diburu seperti ikan gerepoh (GT), kakap. Kita memasang mata kail pada umpan ikan hidup pada di bagian tertentu supaya umpan ikan tersebut akan berenang di dasar laut atau di bawah air. Kita memasang mata kail pada belakang ikan dekat dengan ekor dimana kail di letakkan pada bagian bawah ikan.

Cara memasang umpan untuk memancing di arus yang kuat atau menggunakan batu pemberat (Fast current or with sinkers)

Ketika kita memancing di arus yang deras, kita memerlukan batu pemberat untuk umpan ikan hidup agar tetap berada di tahap kedalaman yang kita tentukan. Kita memasang mata kail pada umpan ikan hidup pada beberapa tempat supaya umpan ikan itu hanya berenang di dasar laut atau di bawah air. Pasang mata kail di belakang kepala ikan dimana kail diletakkan pada bagian atas ikan atau melalui mata umpan ikan tersebut. Cara ini dapat membantu ikan tersebut berada pada tahap yang ditentukan dan juga ikan tidak akan mati dengan cepat.

(zonamancing.com)
readmore »»  

Teknik Mancing Ikan Keting


Teknik Mancing Ikan Keting – Ikan keting adalah sejenis ikan catfish yang biasanya hidup di sungai, muara dan pinggiran laut. Ikan ini memiliki ciri-ciri berupa 3 buah patil (sengat), memiliki kumis, berkulit halus tanpa sisik dan licin. Ikan ini mirip seperti ikan sembilang tapi biasanya ikan keting ukurannya lebih kecil dibanding ikan sembilang. Ikan keting juga mempunyai ekor yang bercabang dua.


Ikan keting biasanya sangat dibenci oleh para mancing mania terutama yang sedang berburu ikan kakap putih/barramundi. Ikan keting selalu memakan umpan yang sebenarnya dikhususkan untuk berburu kakap putih. Namun ada juga para mancing mania yang sengaja berburu ikan keting karena ikan ini sensasi strike cukup lumayan walaupun sangat jauh dibanding dengan sensasi strike ikan yang lain. Rata-rata mancing mania yang berburu ikan keting hanya mengejar omset saja daripada tidak dapat ikan sama sekali.

Ikan keting termasuk golongan ikan yang sangat rakus sekali sehingga cara mancingnya juga sangat mudah bahkan ikan keting dinobatkan sebagai ikan yang paling gampang dipancing sedunia. Tidak ada umpan khusus untuk mancing ikan keting. Hampir semua umpan yang asalkan berbau amis pasti dimakan sama ikan keting. Teknik mancingnya hampir sama dengan teknik mancing ikan sembilang

Ada juga yang berpendapat bahwa ikan keting termasuk ikan yang sangat jorok sekali karena dia juga suka makan (maaf) kotoran manusia dan kotoran hewan. Tapi hal itu terjadi biasanya di sekitar muara sungai atau pinggir pantai yang para penduduknya memiliki kebiasaan yang kurang baik membuang kotoran sembarangan. Apabila mancing mania memang ingin memancing ikan keting diharapkan memilih spot mancing yang lingkungan sekitarnya bersih agar ikan keting hasil tangkapan juga bersih.

Pengalaman saya sendiri sewaktu masih kecil sangat suka mancing ikan keting. Hanya bermodalkan joran alakadarnya, senar juga asalkan tidak kusut, mata kail ukuran sedang dan umpan cacing laut. Dalam waktu 1 menit bisa mendapatkan 2 ekor ikan keting.

Tidak usah ragu untuk mengkonsumsi ikan keting. Yang perlu dijadikan pedoman adalah setiap makhluk yang hidup di air laut hukumnya halal untuk dikonsumsi.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi mancing mania seluruh Indonesia

Sumber : ZonaMancing.com
readmore »»  

Teknik Mancing Tuna


Tuna adalah ikan konsumsi yang paling populer di dunia dan menjadi favorit di antara pemancing. Tuna adalah ikan terbesar di antara keluarga mackerel dan terdiri lebih dari 48 varietas yang berbeda. Yang populer diantaranya adalah tuna sirip kuning, tuna peluru, ikan tongkol kecil, tuna sirip hitam, tuna sirip biru dan tuna ramping. Pada artikel ini kita akan berbicara tentang tuna termasuk cara menangkap mereka.



Tuna adalah ikan yang sangat gesit dengan dua sirip utama dan lima sirip pendukung yang bisa mengurangi pergolakan air. Mereka memiliki ekor bercabang dan tubuh lonjong yang memungkinkan mereka untuk bergerak cepat dan berenang jarak jauh yang dapat mencapai kecepatan hingga 43 mil per jam. Bentuk tubuh tuna bisa bervariasi karena kemampuan mereka untuk menyesuaikan suhu tubuh mereka. Tna juga merupakan salah satu ikan langka di mana rentang warna daging dari merah ke merah muda yang membuat daging tuna menjadi favorit bagi kebanyakan orang di seluruh dunia.

Dalam memancing ikan tuna, kita perlu mengetahui berbagai teknik dan keterampilan untuk bisa menangkapnya dengan efektif dan sehat. Waktu tahun merupakan faktor penentu penting untuk memancing tuna. Tuna dapat ditemukan di daerah permukaan selama cuaca hangat musim panas. Sedangkan pada penangkapan ikan tuna musim dingin bisa sangat sulit karena tuna bermigrasi ke laut dalam pada musim tersebut. Bidang gerakan lumba-lumba dan burung laut juga indikator kehadiran tuna.


Pendekatan penangkap ikan tuna yang paling populer adalah trolling. Dalam trolling, kita bisa memasang pancing satu atau lebih dibelakang perahu. Ketika tuna memakan salah satu umpan, secepat mungkin kita gulung dan mencoba untuk menghindari senar menjadi kusut dengan senar lainnya. Beberapa umpan tuna yang efektif meliputi: bluefish, cumi-cumi, skip-jack dan makarel.

Tuna Sirip Biru adalah salah satu varietas yang paling populer di kalangan pemancing. Mereka adalah ikan besar dan beberapa dari mereka bahkan bisa tumbuh sebesar 500 pounds. Blue Fin Tuna juga merupakan salah satu varietas yang paling mahal. Akibatnya, mereka dieksploitasi habis – habisan dan sekarang di ambang kepunahan.

(tipsonfishing.com)
readmore »»  

Teknik Mancing Longline Fishing


Zona Ikan Kita - Teknik mancing dengan cara longlining / longline merupakan tehnik lama yang dipakai oleh para nelayan untuk menangkap ikan secara besar – besaran. Tehnik ini sebenarnya merupakan tehnik yang tidak ramah lingkungan karena akan menyapu bersih spesies yang ada dilaut.


Long line secara harafiahnya adalah tali yang panjang namun pengunaan kata “line” dalam memancing memang diartikan sebagai proses memancing itu sendiri dan bukan tali. Setiap aktifitas memancing yang menggunakan tali selalu dilekatkan dengan kata line. Cara memancing longline fishing adalah menggunakan senar / tali yang panjang sebagai tali utama dengan puluhan bahkan ratusan cabang senar atau mata pancing yang lebih pendek, disebut “snoods” dilengkapi dengan ratusan mata pancing.

Umpan yang digunakan untuk setiap mata pancing yang ada biasanya menggunakan cumi – cumi yang dipotong kecil – kecil, terutama untuk ikan sasaran bluefin tuna. Penggunaan senar utama haruslah yang besar , menggunkan senar nylon ukuran sampai 7.5 mm dengan tali cabang sekitar 0.5 mm saja. Penggunaan pemberat dapat disesuaikan dengan tingkat kedalaman target sasaran ikan. Apakah di dasar, tengah atau melayang maupun di permukaan air.

Longline fishing bisa dilakukan dengan kapal khusus karena beratnya rangkaian senar dan kail yang akan ditarik nanti. Teknik longline fishing dapat dilakukan di perairan dalam, perairan menengah maupun di permukaan. Teknik mencari ikan dengan longline fishing akan menghasilkan jenis ikan yang beraneka ragam, karena caranya yang menggunakan ratusan mata kail serta penggunaannya yang memiliki jangkauan yang lebar akan menyapu hampir setiap mahluk hidup yang berada di jalurnya. Meski tujuannya adalah mencari ikan komersil seperti ikan tuna, ikan mackarel, namun dalam sekali tarik ikan- ikan lain seperti ikan pedang, bahkan jenis hewan lain seperti kura – kura bisa saja tersangkut di mata pancingnya.

(pemancing.com/berbagai sumber)
readmore »»  

Teknik Mancing Popping


Zona Ikan Kita - Popping adalah sebuah teknik mancing dengan menggunakan umpan yang disebut popper. Biasanya popper terbuat dari kayu dengan berat yang beragam dan mempunyai treble hook dibagian bawah depan dan belakang body poppernya. Target mancing popping adalah ikan GT (Giant Trevally), Tenggiri, Layaran dll.


PERALATAN POPPING
1. Reel
Reel spinning ukuran 8000 – 10.000 dengan kapasitas spool yang cukup besar.

2. Joran
Gunakan joran sambung 2 yang memiliki  panjang 2.1m – 2.5m dan memiliki ring yang berukuran cukup besar agar senar dapat meluncur dengan cepat dan digulung kembali dengan lancar.

3. Senar
Senar yang dianjurkan untuk memancing dengan cara popping adalah senar PE6 – 12. Karena dengan menggunakan senar PE akan memudahkan pemancing dalam melakukan lemparan yang lebih jauh dan juga kapasitas senar di reel menjadi lebih banyak dibanding dengan senar monofilament.

4. Leader Line
ukuran Leader yang digunakan berkisar antara 80 lbs – 150 lb.

5. Umpan
umpan yang digunakan adalah popper. Pemilihan popper juga sangat menentukan keberhasilan dalam pemancingan. Pemilihan popper ini harus dilakukan dengan cermat dan disesuaikan dengan target dan daerah pemancingan.

POPPING ACTION



Popper dilemparkan sejauh mungkin, jauh dekatnya lemparan dipengaruhi oleh berat yang dimiliki popper, senar yang digunakan dan panjang joran itu sendiri. Setelah popper mencapai target yang kita inginkan kemudian mainkan popper tersebut sesuai dengan jenis yang dipakai. Untuk type Chugger(bentuk kepalanya rata dan memiliki cekungan seperti mangkok) cara memainkannya harus dengan disentak sehingga menimbulkan bunyi khas yaitu pop,pop,pop… karena kepalanya menabrak air dan cipratan air yang bisa mengundang dan menarik perhatian ikan pemangsa. Type Chugger lebih efektif digunakan pada kondisi air yang tenang. Biasanya jenis ikan pelagic (khususnya Giant Trevally) sangat menyukai tyoe chugger ini. Untuk type Pencil cara memainkannya adalah tidak disentak-sentak tetapi ditarik terus, type pencil ini tidak menimbulkan bunyi atau splash yang kuat dan biasanya digunakan pada kondisi air yang  berombak. Type pencil ini sangat efektif untuk popping tuna, bahkan tidak tertutup kemungkinan layaran dan tenggiri.

(Berbagai Sumber)
readmore »»  

Teknik Mancing Trolling Tuna


Tuna merupakan salah satu jenis ikan yang berkelompok dan selalu berenang secara bersamaan dengan memiliki bobot ikan yang bervariasi. Memperoleh hasil tangkapan tuna inilah yang dapat membuat para mania mencoba mencari sensasi tersendiri.


Bagi para mania mancing kawakan, memancing tuna dengan teknik trolling ternyata masih dapat menghasilkan tangkapan yang kali ini akan diuraikan beberapa trik mancing tuna dengan teknik trolling.

Teknik mancing trolling dengan menggunakan umpan buatan/ lure trolling, dimana suatu teknik memancing dengan cara membentangkan umpan buatan di ujung tali senar yang ditarik dengan perahu berjalan dimaksudkan demi menarik perhatian ikan sasaran dengan kecepatan berjalan perahu yang konstan pada 7 – 10 knot.

Beberapa corak warna yang bisa digunakan pada lure/ umpan buatan pilihan para mania, seperti warna hijau gelap, hitam, ungu, kuning, merah dan hot pink/ merah muda. Penggunaan umpan lure ini dengan cara mengkombinasikan warna-warna umpan tersebut demi mencari ikan sasaran.

Teknik lainnya yang juga dapat digunakan dengan menggunakan teknik trolling adalah dengan cara menggunakan umpan hidup/ live bait dan juga menggunakan umpan mati/ death lure. Dengan mengkombinasikan dua jenis umpan ini pun juga dapat memberikan respon positif dengan hasil yang baik.
Umpan hidup dan juga umpan mati yang digunakan seperti ikan ekor kuning serta meckarel ternyata cukup handal menarik perhatian tuna yang cara penggunaannya adalah dengan teknik trolling sejauh 40 – 50 meter dan mengapungkannya dalam 2 (dua) ujung tali senar serta posisikan umpan di kedalaman 8 – 10 meter di bawah permukaan air.

Memancing tuna dengan menggunakan teknik trolling ternyata memiliki sensasi tersendiri bagi para mania yang berburu jenis ikan tersebut yang dikarenakan tuna memiliki tenaga yang dahsyat saat bertarung terlebih dengan beberapa jenis tuna seperti tuna sirip kuning maupun biru dan juga berbobot besar.

( berbagai sumber )
readmore »»  

Teknik Mancing Ikan Nila


Umpan yang banyak digunakan para pemancing untuk memancing ikan nila adalah lumut. Lumut sawah atau lumut kolam yang halus sangat disukai oleh ikan nila. Untuk lebih mempermudah memancing ikan ini agar memakan umpan, biasanya para pemancing menaburkan umpan di tempat yang di perkiarakan terdapat ikan disitu. Taburan umpan ini bertujuan untuk menarik perhatian ikan nila agar berkumpul. Kita dapat menggunakan dedak/ bekatul, pelet, atau lumut itu sendiri untuk menarik perhatian ikan. Setelah ikan terlihat berkumpul, barulah kita mulai memancing.






Jenis pancing yang biasa digunakan adalah pancing berpelampung, dengan ukuran tali 2-15 lbs dan mata kail nomor 6-10. Umpan memancing ikan nila di danau atau waduk biasanya lumut hijau halus yang dililitkan pada mata pancing. Para pemancing juga sering menggunakan daging buah sawit tua yang dirajang kecil-kecil. Bisa juga menggunakan umpan cacing, udang, campuran minyak udang, juga serangga seperti kecoa dan laron. Untuk ikan nila yang dipelihara di kolam biasa dipancing dengan umpan pellet. Kadang-kadang ikan nila juga mau menyambar umpan pancing tiruan (lure) dengan cara casting.


Posisi mata kail untuk memancing ikan nila biasanya berada sedikit dibawah permukaan air atau di tengah-tengah kedalaman. Karena ikan nila seringnya berada di tengah-tengah perairan, ketika memakan umpan yang kita taburkan tadi otomatis ikan akan muncul ke permukaan, sehingga posisi mata kail tidak perlu dalam-dalam.



readmore »»  

Cara Memancing Ikan Wader


Ikan wader merupakan ikan yang banyak di konsumsi oleh penduduk lokal. Ikan yang mempunyai panjang rata-rata 4-13 cm dan berat antara 200-300 g dapat kita temukan di sungai, sawah, danau, rawa yang berair bening.


Ikan wader adalah jenis ikan air tawar yang paling gampang ditemukan di kolam-kolam dan waduk ataupun sungai yang airnya jernih. Ikan ini memiliki kekhasan yakni adanya dua bintik yang terdapat dibawah badannya. Ikan wader termasuk dalam suku Cyprinidae dan terdapat di perairan tawar di seluruh nusantara dan dalam bahasa Inggris diberi nama spotted barb. Ikan ini memiliki ukuran kecil sebesar jari kelingking dan yang paling besar bisa mencapai ukuran 2 jari manusia.

Ikan wader di alam liar memakan semua makanan yang ada di alam alias omnivora. Ia makan berbagai jenis makanan seperti telur ikan lain, lumut dan berbagai jenis serangga air. Ikan ini termasuk ikan yang rakus bahkan besifat karnivora karena ia juga makan telur ikan wader lainnya yang ada di perairan.

Memancing ikan wader merupakan hal yang cukup menyenangkan karena ikan ini gampang berkembang biak di sungai atau selokan kecil sehingga hampir semua tempat dapat ditemukan jenis ikan wader. Cara memancingnya adalah dengan menggunakan mata pancing yang berukuran kecil sekali. Pakan yang berupa pelet yang sudah direndam di bentuk kecil sebesar butiran nasi dan dipasang pada mata pancing. Pemberian mata pancing dan umpannya yang kecil akan membuat ikan wader akan lebih mudah menyambar pakan tersebut.

Ikan wader termasuk jenis ikan yang menyambar saat memakan umpannya, karenanya dibutuhkan ketepatan dan kecepatan saat menarik joran pancing sebelum umpan terlepas dari mata pancingnya. Rangkaian mata pancingnya pun bisa disusun dengan menggunakan pelampung maupun tidak. Penggunaan pelampung memang ditujukan sebagai indikator saat umpan disambar ikan, semakin cepat anda menarik joran anda, maka semakin kecil kemungkinan ikan lolos.
 
Ikan wader di Indonesia hanya digunakan sebagai ikan konsumsi alias dimakan, namun di negara eropa jenis ikan ini dipelihara sebagai ikan hias karena memiliki warna keperakan yang indah, dan beberapa jenis lain dari wader juga memiliki warna kehijauan sehingga lebih indah saat dipelihara di aquarium. Jenis lain dari ikan wader dapat berwarna merah dan kuning keperakan, namun semua memiliki ciri yang sama yaitu adanya bintik hitam di bagian bawah tubuhnya.

(Pemancing.com)
readmore »»  

Cara Memancing Dekat Permukaan




Zona Ikan Kita - Salah satu teknik mancing yang sangat sulit di kuasai ialah memancing di dekat permukaan laut. karena teknik ini butuh kerja sama antara pemancing serta nahkoda kapal. hal-hal yang lain juga perlu di perhatikan. seperti halnya...


a. Penentuan lokasi

Lokasi pemancingan di dekat permukaan agak sulit ditentukan. Untuk keperluan ini ada beberapa cara yang dapat di tempuh. Di samping meminta bantuan nelayan setempat, perlu juga diketahui kejadian-kejadian di laut sebagai pertanda adanya gerombolan ikan. Adanya gerombolan ikan ditandai dengan perubahan warna air, bentuk air yang beriak atau berbuih, adanya ikan-ikan yang saling berlompatan ke atas, dan banyak burung camar yang menukik-nukik di permukaan laut. Dengan tanda-tanda seperti itu dapat dipastikan perairan tersebut banyak ikannya.

Lokasi pemancingan di dekat permukaan bisa juga terdapat di perairan dalam yang mempunyai dasar karang. Ada tidaknya karang bisa diketahui dengan melihat peta laut atau berdasarkan petunjuk nelayan setempat. Di perairan seperti ini biasanya terdapat berbagai macam organisme yang menjadi makanan ikan.

Jenis ikan pelagis (permukaan) seperti tuna, cakalang, lemadang, barakuda, kembung dan marlin mudah tertarik pada benda-benda yang terapung di laut. Kejadian seperti ini sering kali dimanfaatkan oleh nelayan dalam menentukan lokasi penangkapan. Mereka sering melakukan penangkapan ikan di sekitar benda-benda terapung tersebut. Dengan dasar seperti itu, dibuatlah tipuan dengan memasang benda yang menetap di laut. Benda mengapung yang sengaja dipasang untuk mengumpulkan ikan ini dinamakan rumpon.

b. Kapal untuk pancing tonda

Kapal yang didesain untuk memancing ikan dengan tonda (trolling) biasanya berbentuk agak ramping. Dengan bentuk seperti ini gerakan kapal menjadi lebih lincah. Selain itu, kapal juga dilengkapi dengan mesin-mesin kecepatan tinggi, bahkan kadang-kadang ada yang menggunakan mesin ganda. Keberhasilan memancing dengan tonda memang sangat dipengaruhi oleh laju kapal yang digunakan. Untuk keberhasilan menonda sebaiknya menggunakan kapal dengan kecepatan antara 10-12 knot.

Bagian belakang kapal (burutan) sebaiknya dibuat agak lebar agar pemancing lebih leluasa dan lebih mudah menaikan ikan ke atas kapal. Jika pemancing menggunakan lebih dari satu unit pancing, biasanya kapal diberi tambahan beberapa palang yang terbuat dari kayu atau fiberglas. Palang-palang ini dinamakan out rigger dan dipasang pada bagian kiri dan kanan lambung kapal yang menjorok keluar atau pada bagian belakang kapal. Pada ujung kapal diberi cincin penyalur sebagai tempat pemasukan tali pancing yang berasal dari joran. Dengan adanya palang ini, kita dapat menggunakan beberapa unit pancing tonda dalam satu kapal tanpa khawatir terjadinya tali kusut atau penyangkutan satu sama lain.

Dengan menggunakan pancing tonda, ikan yang tertangkap umumnya berukuran besar seperti ikan tuna, tenggiri, lemadang, layaran atau marlin. Karena besar dan kuatnya ikan yang tertangkap, ada kemungkinan pemancing terbawa oleh gerakan ikan dan bisa terjebur ke laut. Oleh karena itu, demi keselamatan pemancing, ada tipe kapal untuk pancing tonda yang dilengkapi dengan tempat duduk pengaman. Tempat duduk ini bisa dipasang secara permanen di atas kapal dan dilengkapi dengan sabuk pengaman.

c. Pancing dan umpan


Memacing dekat permukaan sering dilakukan dengan pancing tonda (trolling). Pancing yang digunakan untuk menonda dapat dilengkapi dengan joran atau tanpa joran. Namun, demi keamanan dan kenyamanan si pemancing lebih baik menggunakan joran. Pancing tanpa joran biasanya talinya sulit ditarik saat mata pancing dimakan ikan. Apalagi bila ikan yang didapat berukuran cukup besar.

Ikan yang baru terkait mata pancing biasanya mempunyai tenaga melawan yang luar biasa. Jika pemancing tidak mampu menarik atau bertarung dengan tenaga ikan, tidak jarang tali langsung dilepas bersama dengan ikan yang sedang kesakitan. Jika pemancing tetap mempertahankan tali, bisa jadi tangan pemancing kesakitan karena tergores oleh tali yang ditarik ikan. Akhirnya, bukan ikan yang didapat melainkan jari tangan yang terluka.

Dengan joran yang dilengkapi dengan gulungan, pemancing dapat memancing lebih aman dan nyaman. Memang, tidak sembarangan joran dapat digunakan untuk menonda. Pilihlah joran yang mempunyai kelenturan dan kekuatan yang bagus. Bahan joran yang bagus terbuat dari fiberglass. Untuk pancing tonda, kurang nyaman kalau memakai joran yang terlalu panjang. Ukuran yang ideal antara 1-1,5 m.

Gulungan tali yang bagus biasanya mampu memuat ratusan meter tali dan bisa berbunyi saat tali ditarik ikan. Tali yang dipergunakan terbuat dari nylon monofilamen (senar) dengan ukuran yang disesuaikan dengan berat ikan yang menjadi sasaran. Karena pancing tonada umumnya ditujukan pada jenis ikan pelagis yang berukuran beasr, maka diperlukan mata pancing yang berukuran agak besar, nomor 5-7.

Pancing tonda biasanya menggunakan umpan sungguhan atau tiruan. Meskipun demikian kebanyakan pemancing menggunakan umpan tiruan yang berbentuk cumi-cumi atau ikan. Bahkan, ada yang menggunakan tali rafia atau plastik yang dirumbai-rumbai. Untuk umpan sungguhan, biasanya menggunakan ikan kembung atau ikan layang berukuran kecil yang telah mati.


d. Cara memancing

Memancing dengan tonda sebaiknya dilakukan siang hari karena kita menggunakan umpan tiruan untuk mengelabuhi penglihatan ikan. Kegiatan ini dimulai dengan mempersiapkan pancing yang terdiri dari joran, gulungan, tali pancing, mata pancing dan umpan. Keadaan mata pancing perlu diperhatikan apakah masih tajam atau tidak. Apabila sudah tumpul, mata pancing perlu ditajamkan dengan alat pengasah, seperti pengasah pisau atau gerinda batu.

Bagi pemancing tonda yang sudah berpengalaman, kegiatan ini dimulai dari pengaturan tali pada gulungan. Gulungan dilengkapi dengan alat pengatur ketegangan yang memiliki tuas dengan skala yang dapat diatur sesuai kehendak pemancing. Dalam skala tersebut tertera angka yang dapat digunakan sebagai pedoman untuk menentukan ketegangan tali pancing.

Kekuatan tali (breaking streang) bisa diukur dengan menggunakan timbangan pegas. Cara pengukurannya dapat dilakukan oleh dua orang. Satu orang memegang joran, sedang yang lain menarik tali yang telah digantungi timbangan pegas. Pengukuran ini sangat penting, apabila kita salah menyetel gulungan akibatnya tali mudah putus jika ditarik ikan.

Setelah tali dipasang pada joran, mata pancing yang telah dilengkapi dengan umpan bisa disambungkan pada tali senar. Antara tali senar dan mata pancing umumnya menggunakan tali wire dari monel atau bisa juga tali senar yang berukuran besar. Hal ini untuk menghindari tali putus akibat gigitan ikan yang bergigi tajam. Panjang tali monel ini antara 1-1,5 m yang dipasang langsung pada mata pancing. Pancing tonda dapat menggunakan umpan tiruan atau sungguhan, namun yang sering dipakai adalah umpan tiruan, baik yang menyerupai ikan atau cumi-cumi. Dengan umpan tiruan ini, setiap umpan dapat digantungi lebih dari satu mata pancing.

Pancing yang telah dirangkai dalam satu unit siap untuk dioperasikan di laut. Dengan kecepatan kapal yang tidak terlalu tinggi, antara 3-4 knot, pancing diturunkan berlahan-lahan. Panjang tali pancing yang tepat untuk menonda tergantung pada kecepatan kapal. Dengan kecepatan normal, antara 10-12 knot, panjang tali yang sesuai adalah 20-25 m. Meskipun demikian, ini bukan ketentuan yang baku. Sebagai patokannya adalah bila umpan kelihatan melayang di permukaan laut saat tali ditarik oleh kapal. Dalam hal ini dituntut kejelian pemancing atau nakhoda kapal dalam memperhatikan gerakan umpan tersebut. Ikan-ikan pelagis yang menjadi sasaran lebih tertarik pada benda yang bergerak atau berenang menyerupai ikan atau cumi-cumi hidup.

Apabila tali pancing telah diulur (di area) dan umpan sudah bisa melayang-layang di permukaan, maka tuas yang ada pada gulungan tali bisa dikunci dengan cara menyetel tuas pada posisi ½ nya. Dengan cara seperti ini apabila mata pancing disambar ikan, tali pada gulungan akan mengulur dengan cepat sehingga menimbulkan bunyi “wee..k” menyerupai bunyi bel. Ini menandakan bahwa ada ikan yang terkait pada mata pancing sehingga perlu segera dilakukan penarikan.

Setelah penurunan pancing beserta talinya dianggap beres dan tepat, joran dapat diletakan pada tempat joran, bagi kapal yang dilengkapi tempat joran (road holder). Bagi kapal yang tidak mempunyai tempat joran, maka pemancing harus memegang joran tersebut. Khususnya pancing tonda yang tidak menggunakan joran, tali pancing bisa diikatkan pada bagian belakang (buritan) kapal.

Dalam satu kapal kadang-kadang menggunakan lebih dari satu joran untuk menonda, bahkan ada yang menggunakan enam joran sekaligus. Ini tentunya membutuhkan out rigger agar tali pancing bisa memencar, tidak saling bersangkutan. Cara pemasangan tali dan mata pancing pada joran sama dengan pancing yang pertama. Hanya saja, disini kebutuhan tali pancingnya berbeda antara joran yang dipasang di luar dengan yang di dalam. Joran yang dipasang di luar membutuhkan tali yang lebih panjang.
Jika joran semua telah terpasang pada tempatnya, kapal dapat bergerak dengan kecepatan antara 10-12 knot. Laju kapal diusahakan stabil sehingga umpan akan bergerak sesuai dengan yang diharapkan. Apabila kecepatan kapal dinaikan, ada kemungkinan umpan akan terbang. Sebaliknya jika kapal dilambatkan, umpan akan tenggelam ke dalam air. Dalam hal ini kemahiran Nakhoda megendalikan kapal sangat diperlukan.
Untuk membuat umpan lebih aktif, bisa melayang dipermukaan air, kapal dapat dijalankan dengan gerakan zig-zag (berjalan tidak lurus). Dengan cara seperti ini gerakan permukaan air akan lebih banyak sehingga umpan kelihatan lebih aktif dan akhirnya mampu menarik perhatian ikan pelagis. Perlu juga diketahui bahwa kebanyakan ikan pelagis mudah tertarik pada permukaan air laut yang bergerak seperti bekas permukaan yang telah dilewati oleh kapal. Oleh karena itu sering kita jumpai ikan lumba-lumba, cakalang, tuna dan marlin mengikuti kapal yang sedang berlayar di laut.

e. Teknik menghajar ikan

Untuk pancing yang menggunakan gulungan, termakannya umpan oleh ikan ditandai oleh bunyi uluran tali yang menyerupai bel, sedangkan untuk pancing yang dipegang terasa ada sentakan dari dalam air. Kejadian ini adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh setiap pemancing. Dengan adanya tarikan ini, pemancing secara spontan berteriak pada Nakhoda untuk menaikan kecepatan kapal. Hal ini dilakukan agar ikan yang memakan umpan cepat tersangkut pada mata pancing. Jika kecepatan kapal tidak dinaikan, ada kemungkinan ikan melepaskan kembali umpan yang telah masuk ke mulutnya. Bila Nakhoda yakin bahwa ikan telah tersangkut pada mata pancing, kecepatan kapal segera diturunkan sampai lebih pelan dari kecepatan normal menonda. Dalam keadaan seperti ini tetap diperlukan keahlian Nakhoda, jika Nakhoda tidak pintar dalam mengendalikan kapal, ada kemungkinan ikan terlepas kembali.

Setelah kapal berjalan pelan atau berhenti, penarikan tali pancing bisa dimulai, ini dinamakan fighting time. Pemancing profesional biasanya menggunakan sabuk yang telah dilengkapi dengan tempat joran untuk menarik tali pancing. Joran diambil dari rod holder, kemudian dipegang oleh pemancing dengan cara meletakan bagian bawah joran pada sabuk yang telah dilengkapi dengan lubang tempat joran. Tali pancing kemudian digulung perlahan-lahan dengan memutar alat putar yang terdapat pada gulungan.

Irama menggulung tali harus disesuaikan dengan gerakan ikan. Apabila ikan kelihatan melawan, tali harus dihentikan. Sebaliknya bila ikan kelihatan kelelahan, tali harus segera digulung. Demikian seterusnya hingga ikan mendekati kapal. Teknik menggulung tali ditentukan oleh keahlian si pemancing dan dibutuhkan kesabaran yang luar biasa. Apabila si pemancing ceroboh dan tidak sabar ada kemungkinan ikan lepas atau tali putus.

Bagi pemancing yang benar-benar lihai dalam hal tarik ulur dengan ikan, mungkin dalam waktu yang singkat ikan sudah dapat dinaikan ke kapal. Bahkan, mereka juga bisa menangkap ikan yang berukuran besar dengan menggunakan tali yang berukuran relatif lebih kecil. Kelihaian ini pada lomba memancing bisa memperoleh nilai tambah pada kriteria penilaian.

Yang perlu diperhatikan pada saat melakukan penarikan ikan, baik dengan joran atau tanpa joran, adalah kapal harus dalam posisi tidak berjalan. Bila kapal bergerak maju, maka akan terjadi tarik menarik antara si pemancing dengan ikan. Akibatnya tarikan menjadi berat yang kadang-kadang bisa membuat tali putus. Bagi pemancing yang tidak menggunakan joran, penarikan harus di lakukan dengan hati-hati. Apabila ikan yang terkait cukup besar jangan di paksakan untuk menariknya saat ikan masih melawan. Tunggu dulu sampai ikanbenar-benar lemas. Jika dipaksakan menarik tali,jari tangan bisa terluka akibat gesekan senar. Oleh karena itu, jika tidak menggunakan joran, pemancingan disarankan memakai sarung tangan.

Ikan yang sudah kelihatan lemas akibat tarik ulur dengan pemancing, perlahan-lahan akan mendekat ke kapal mengikuti tarikan tali pancing. Meskipun demikian, kadang-kadang ada ikan yang masih memiliki tenaga kuat walaupun sudah mendekati kapal. Ikan marlin dan layaran, misalnya, biasanya masih melawan meskipun sudah berada beberapa meter di belakang kapal. Oleh karena itu, sering kita jumpai pemandangan yang mengasyikan di mana seekor ikan marlin atau layaran melompat keatas permukaan laut (jumping) pada saat di tarik mendekati kapal.

Ikan yang sudah dekat dengan kapal harus ditarik dan di arahkan pada posisi sebelah kiri atau kanan kapal. Maksudnya untuk memudahkan menaikan ikan ke atas dek kapal. Dengan bantuan ganco yang cukup tajam, ikan di kaitkan pada mata ganco, bisa pada tubuhnya atau punggung nya. Untuk ikan yang berukuran besar, lebih baik menggunakan dua ganco.

Bila posisi ganco sudah benar-benar kuat, secara perlahan-lahan ikan dapat dinaikan ke atas kapal. Ganco ini tidak di perlukan bila yang tertangkap ikan kecil. Serok yang terbuat dari jaring dan bertangkaisudah bisa di gunakan untuk mengangkat ikan kecil.

f. Penanganan hasil pancingan

Jenis ikan tertentu yang mempunyai kebiasaan berenang cepat seperti tuna, cakalang, marlin atau layaran meskipun sudah berada di atas dek kapal seringkali masih bergerak cukup kuat. Bahkan, kadang-kadang bisa melompat tinggi. Kalau tidak hati-hati, ikan tangkapan ini bisa melompat lagi ke laut. Untuk hal seperti ini, ikan yang masih hidup ini perlu di matikan terlebih dahulu sebelum mata pancing yangmasih terkait tercopot. Sesudah mati, ikan tersebut langsung disimpan di tempat penyimpanan ikan (palka), bagi kapal yang mempunyai palka, atau ke dalam kotak dingin yang berisi es.

Bagi pemancing yang perjalananya lebih dari satu hari, penyimpanan seperti ini dapat memperlambat proses pembusukan. Setelah pekerjaan menangani ikan selesai, mulailah persiapan untuk memancing berikutnya. Biasanya pemancing menurunkan pancing tidak jauh dari lokasi sebelumnya.

(www.stp.kkp.go.id)
readmore »»  

Trolling Tuna


Ikan tuna adalah ikan yang merupakan jenis predator bagi ikan–ikan kecil serta cumi–cumi, meski demikian ikan tuna juga memiliki musuh utama yakni ikan hiu. Boleh dibilang ikan ini meskipun disebut sebagai ikan predator, namun ia juga dijadikan mangsa oleh ikan lain. Selain juga adalah penangkapan oleh manusia sebagai komoditi pangan. Tercatat hampir semua negara yang memiliki pelabuhan perikanan akan menangkap ikan tuna ini sebagai komoditi terbaik.


Tuna merupakan salah satu jenis ikan yang berkelompok dan selalu berenang secara bersamaan dengan memiliki bobot ikan yang bervariasi. Memperoleh hasil tangkapan tuna inilah yang dapat membuat para mania mencoba mencari sensasi tersendiri. Bagi para mania mancing kawakan, memancing tuna dengan teknik trolling ternyata masih dapat menghasilkan tangkapan yang kali ini akan diuraikan beberapa trik mancing tuna dengan teknik trolling.

Teknik mancing trolling dengan menggunakan umpan buatan/ lure trolling, dimana suatu teknik memancing dengan cara membentangkan umpan buatan di ujung tali senar yang ditarik dengan perahu berjalan dimaksudkan demi menarik perhatian ikan sasaran dengan kecepatan berjalan perahu yang konstan pada 7-10 knot.

Beberapa corak warna yang bisa digunakan pada lure/ umpan buatan pilihan para mania, seperti warna hijau gelap, hitam, ungu, kuning, merah dan hot pink/ merah muda. Penggunaan umpan lure ini dengan cara mengkombinasikan warna-warna umpan tersebut demi mencari ikan sasaran.

Teknik lainnya yang juga dapat digunakan dengan menggunakan teknik trolling adalah dengan cara menggunakan umpan hidup/ live bait dan juga menggunakan umpan mati/ death lure. Dengan mengkombinasikan dua jenis umpan ini pun juga dapat memberikan respon positif dengan hasil yang baik.

Umpan hidup dan juga umpan mati yang digunakan seperti ikan ekor kuning serta meckarel ternyata cukup handal menarik perhatian tuna yang cara penggunaannya adalah dengan teknik trolling sejauh 40-50 meter dan mengapungkannya dalam 2 (dua) ujung tali senar serta posisikan umpan di kedalaman 8-10 meter di bawah permukaan air.

Memancing tuna dengan menggunakan teknik trolling ternyata memiliki sensasi tersendiri bagi para mania yang berburu jenis ikan tersebut yang dikarenakan tuna memiliki tenaga yang dahsyat saat bertarung terlebih dengan beberapa jenis tuna seperti tuna sirip kuning maupun biru dan juga berbobot besar.

(Berbagai Sumber)
readmore »»  

Teknik Mancing Trolling


Trolling merupakan teknik mancing permukaan, targetnya adalah ikan yang sering berada dipermukaan air laut  seperti, ikan tuna,cakalang, lemadang dan marlin. Karena ikan-ikan tersebut memiliki kebiasaan untuk memakan  mangsanya yaitu sekumpulan ikan yang berada permukaan air.



PERALATAN TROLLING

1.  Reel Trolling
untuk memancing dengan teknik trolling memang membutuhkan reel yang khusus. Gunakan reel yang di lengkapi dengan Level Drag dan double speed.

2.  Joran
Untuk joran, pilih joran yang dilengkapi dengan Roller hal ini bertujuan agar senar tidak ter gencet / menjadi pipih disaat mendapatkan tekanan besar serta tidak mudah panas disaat Long Fight.

3.  Senar
Senar monofilament dengan ukuran 50-80lbs

4. Shockleader
ukuran shockleader biasanya dua kali ukuran mainline. Jika menggunakan senar ukuran 50lbs maka shockleader yang digunakan 100lbs

5.  Barrel Swivel, Split Ring dan Sleve

6. Serat Kabel Baja / wire
Digunakan untuk menyambung senar dengan mata pancing. Selain itu berguna untuk melindungi senar dari gigi ikan yang tajam. Panjangnya kira-kira 1 – 1.5m. Untuk umpan yang menggunakan konahead dan umpan alami biasanya tidak memakai wire karena untuk memaksimalkan kerja umpan tersebut.

7.  Umpan
Ada dua alternatif untuk memilih umpan trolling, bisa dengan umpan alami ataupun umpan buatan. Untuk umpan buatan gunakan umpan yang berwarna terang, mengkilat dan kuat. Biasanya umpan buatan terbuat dari logam atau metal. Keuntungan menggunakan umpan buatan adalah tidak mudah hancur saat terkena ombak . Umpan buatan yang biasa digunakan diantaranya; Rapala, Konahead Sedangkan untuk umpan alami ikan yang digunakan adalah ikan bandeng karena memiliki warna yang terang sehingga dapat menarik perhatian ikan target.

8.  Mata Pancing
jika menggunakan umpan alami mata pancing mutlak diperlukan. Gunakan mata pancing nomor 5 – 7, karena pada umumnya target pemancingan trolling adalah ikan besar, jadi mata pancing yang dipakai juga harus sesuai. Sedangkan jika memakai umpan buatan biasanya sudah terdapat mata pancing yang sesuai ukuran umpannya.

9.  Kapal
untuk yang ini tidak bisa dilupakan perannya sangat vital sekali.

TROLLING ACTION
Banyak faktor yang menentukan sukses atau tidaknya mancing dengan teknik trolling diantaranya: Intensitas cahaya matahari, Jernih atau tidaknya kondisi air laut sehingga pemilihan warna dan jenis umpan juga harus disesuaikan. Perpaduan skill pemancing dan kapten kapal juga sangat menentukan kesuksesan. Pengaturan kecepatan kapal saat menarik perhatian ikan pemangsa, sehingga umpan keliatan dipermukaan air sampai pada waktu sang pemancing fight dengan ikan sasaran.

(Berbagai Sumber)
readmore »»  

Cara Merilis Ikan


Zona Ikan Kita – Pada saat memancing kita sedang menggunakan barang – barang yang berbahaya bagi kelangsungan hidup ikan dan hewan air lainya. Oleh karena itu kita harus menggunakannya dengan bijak dan berhati – hati agar kelangsungan hidup ikan dan hewan air lain tetap terjaga kelestariannya. Terutama bagi anda pemancing di sungai atau tempat – tempat alami lainya, sehingga kelak anak cucu kita masih bisa merasakan sensasi mancing ikan di alam liar.



Segerakan untuk menyudahi perlawanan ikan

Hal yang paling mengasyikkan bagi para pemancing adalah ketika umpan disambar ikan dan bertarung dengan ikan itu untuk membawanya ke daratan. Namun hendaknya kita tidak berlama – lama bertarung dengan ikan, sehingga ikan tersebut dapat kembali sehta ketika kit merilisnya kembali ke alam bebas.

Lepas kail dengan hati – hati

Untuk menjaga ikan tetap hidup tentunya kita harus berhati – hati melepas kail yang tersangkut di mulut ikan agar tidak terluka terlalu parah. Sehingga masih ada kemungkinan ikan itu hidup ketika kita rilis kembali ke alam. Jika kail terlalu dalam termakan dan susah untuk di lepas, akan lebih baik jika kita memotongnya daripada harus memaksa melepas, yang justru akan melukai lebih parah ikan tersebut.

Siapkan kain basah

Pada saat ikan suda terangkat, pastikan kita memegang ikan tersebut dengan kain yang telah kita basahi. Tujuannya adalah menjaga kulit ikan agar tetap lembab dan lendir ikan tidak hilang. Jika lendir ikan itu hilang maka ikan tersebut akan rentan terhadap penyakit dan bakteri lainya.

Bantu ikan bernafas kembali

Pada saat akan merilis ikan ke dalam air jangan langsung di lepas, karena ikan masih stress dan lemas. Tenaga ikan tersebut telah terkuras habis pada saat melakukan perlawanan dengan pemancing. Selain itu, ikan tersebut juga akan lemas karena terlalu banyak kehilangan oksigen pada saat berada di daratan untuk dilepas dari kail dan kadang untuk sesi foto.

Sumber : sportfishingmag.com
readmore »»  

Jenis dan Karakter Cumi


Memancing cumi memang memiliki keasyikkan tersendiri dibanding dengan yang lain, karena tentunya perlawanan pada saat mancing cumi berbeda dengan mancing ikan. Teknik yang biasa digunakan untuk mancing cumi adalah casting dengan menggunakan capela/udang-udangan atau bisa juga menggunakan umpan alami seperti ikan rinyau, tembang, selar ataupun udang.


Mengenal karakter target yang akan kita pancing, habitat tempat hidup dan kebiasaan makannya adalah mutlak diperlukan jika kita ingin sukses dalam memancing target yang kita cari. Berikut ini sedikit gambaran tentang mancing cumi/sotong.

1. Cumi/Sotong Karang (Semampar)

- Habitat : Dasar laut (paling banyak) dan pertengahan air, kadang-kadang naik ke permukaan untuk berburu ikan atau udang yang menjadi makanannya
- Karakter : Perlawanannya jika terpancing merupakan yang paling kuat diantara jenis yang lain, kadang terus melawan sampai saat akan diangkat dari permukaan air. Umumnya merupakan target utama pemancing cumi mengingat perlawanannya yang tidak gampang menyerah
- Ukuran : Rata-rata yang biasa terpancing berukuran kurang dari 1 kg. Ukuran besarnya bisa mencapai 1.5 – 3 kg lebih tapi biasanya jarang, hanya pada musim-musim atau periode tertentu saja.
- Umpan : Segala jenis umpan alami yang biasa digunakan (udang, ikan kecil dan lain-lain) dan capela/udang – udangan
- Teknik : Dicasting menggunakan umpan alami+tusukan cumi dan biarkan tenggelam sampai dasar lalu tarik pelan-pelan sampai umpan dimakan. Jika menggunakan capela/udang-udangan, paling efektif dengan teknik yang agak interaktif (twitch & dart, single/double/triple stroke dan lain-lain) selain teknik standar/dasar (regular/continue retrieve) .

2. Cumi/Sotong Jarum

- Habitat : Permukaan (paling banyak) dan pertengahan air, jarang terdapat di dasar laut
- Karakter : Dengan ukuran yang sebanding/sama dengan cumi karang perlawanannya hanya kuat saat awalnya saja, setelah itu cenderung pasrah seiring dengan gulungan senar oleh pemancing. Perlawanan baru terasa kuat untuk ukuran panjang badan 20 cm keatas, itupun biasanya saat awal-awal saja. Merupakan umpan yang baik & umum digunakan untuk memancing ikan (dasaran/ngoncer)
- Ukuran : Rata-rata yang biasa terpancing berukuran kurang dari 0.5 kg / panjang kurang dari 30 cm. Untuk ukuran super diatas 30 cm biasanya terdapat di tengah laut dan paling banyak jika sudah masuk musimnya. Ukuran monster dengan berat diatas 3 kg biasanya sudah masuk kategori jenis Humbolt (cumi raksasa), banyak terdapat di perairan luar negeri
- Umpan : Paling efektif dengan menggunakan umpan alami (ikan tembang/selar/platah/rinyau maupun udang) dengan tusukan cumi/stem/baited jig. Beberapa ada juga yang tertarik dan terpancing dengan menggunakan capela/udang-udangan.
- Teknik : Dicasting menggunakan umpan alami+tusukan cumi. Jika menggunakan capela/udang-udangan, biasanya dengan memainkannya di area pertengahan sampai permukaan air, paling efektif dengan menggunakan teknik twitch & dart (zig-zag)

3. Cumi/Sotong Batu (Tempurung)

- Habitat : Dasar laut, kadang naik ke pertengahan & permukaan air untuk mencari umpan tapi jarang sekali.
- Karakter : Dengan ukuran yang sebanding/sama dengan cumi jenis lain perlawanannya termasuk yang paling lemah, hanya berat badannya saja yang membuat tarikannya jadi agak sedikit menghibur. Memiliki tempurung di badan/punggungnya yang keras seperti batu, biasanya tempurung yang sudah kering digunakan sebagai makanan alternatif/protein bagi burung perkutut
- Ukuran : Rata-rata ukuran yang terpancing bisa mencapai berat 1 kg-an termasuk dengan berat tempurungnya. Untuk yang berukuran super 3 kg-an keatas lebih banyak diperoleh dengan cara diselam/tombak oleh nelayan, jarang yang terpancing dengan menggunakan umpan baik alami maupun capela
- Umpan : Dengan umpan alami & capela/udang-udangan
- Teknik : Dicasting menggunakan umpan alami+tusukan cumi dan biarkan tenggelam sampai dasar lalu tarik pelan-pelan sampai umpan dimakan. Jika menggunakan capela/udang-udangan, teknik single/twin/triple stroke lebih efektif untuk memikatnya karena gerakan capela yang turun-naik di dasar laut mengikuti gerakan lamban cumi batu dalam mengejar umpan .

4. Gurita (Octopus)

- Habitat : Biasanya terdapat di dasar laut
- Karakter : Hampir sama dengan cumi batu, hanya berat badannya saja yang membuat tarikan menjadi lebih terasa, perlawanannya hampir tidak ada. Masih lebih baik cumi batu karena masih ada sedikit perlawanan. Merupakan salah satu umpan terbaik untuk mancing dengan teknik dasaran karena dagingnya yang alot. Cukup sulit untuk penanganan setelah terpancing karena tentakelnya yang menjulur kemana-mana dan bisa mencengkeram erat setiap benda yang terpegang
- Ukuran : Rata-rata ukuran yang terpancing bisa mencapai berat 1 kg-an. Untuk yang berukuran super biasanya banyak terdapat di perairan laut dalam
- Umpan : Dengan umpan alami & capela/udang-udangan
- Teknik : Dicasting menggunakan umpan alami+tusukan cumi dan biarkan tenggelam sampai dasar lalu tarik pelan-pelan sampai umpan dimakan. Jika menggunakan capela/udang-udangan, teknik single/twin/triple stroke serta teknik twitch & dart di dasar dengan 3-5 kali retrieve cukup efektif untuk memikatnya.

Sumber : IFT FISHING FORUM.com/Ichang
readmore »»  

Cara Mancing Kepiting

Zona Ikan Kita - Bagi sebagian orang kegemaran memancing kepiting adalah suatu hal yang asing. Tapi tahukah teman-teman ternyata memancing kepiting ini tidak kalah jauh asiknya dengan memancing ikan. Walaupun hasil yang didapat hanya sebatas hewan kecil berkaki delapan yang berjalan menyamping namun sensasinya tak kalah nikmat dengan memancing ikan.


Berikut tips dan trik yang mungkin berguna untuk teman-teman yang ingin memancing kepiting.

Umpan
Umpan yang sering digunakan untuk memancing kepiting di empang adalah belut atau ikan kecil. Umpan tersebut harus dipotong dengan ukuran 2 - 3 cm.

Line (kenur)
 
Tak jauh berbeda dengan memancing ikan, dalam memancing kepiting line yang digunakan adalah senar dengan ukuran yang tak terlalu tebal. Namun, untuk penghematan teman-teman juga dapat menggunakan tali.

Joran
Joran sederhana yang terbuat dari bambu dapat digunakan untuk memancing kepiting. Panjangnya sekitar 1,5 - 2 meter.

Kail
Teman-teman dapat menggunakan kail yang sama untuk memancing ikan dengan ukuran yang sangat kecil.

Karakter Memakan Umpan 
Karakter makan kepiting berbeda dengan ikan, umpan hanya dicapit lalu diambil dikit demi sedikit dengan capit satunya untuk dimakan. Ketika senar terasa dimakan tariklah dengan perlahan karena kalau tidak kail akan terlepas dari mulut kepiting. 
readmore »»  

Cara Memancing Belut Sawah

Zona Ikan Kita - Mungkin teman-teman yang dulunya pernah tinggal di daerah pedesaan dengan keindahan sawahnya tentu pernah atau lihat orang memancing belut di sawah. Mau tahu tips memancing belut seperti apa, berikut penjelasannya.

1. Pembuatan Pancingan
Carilah senar pancing berbahan senar monofilamen (monofilament line). Senar ini adalah senar pancing yang menggunakan serat tunggal atau mono. Senar pancing ini merupakan senar yang paling murah yang dijual di pasaran. Carilah ukuran yang sedang, jangan terlalu besar atau terlalu kecil.
Memilin Senar
Proses Pembuatannya :

• Pertama potong senar pancing kira-kira panjangnya 3 meter.


• Lalu kita pilin-pilin senar dengan cara memulai dari titik tengah 1.5 meter. Biasanya orang-orang menggunakan bantuan paha kaki untuk alas memilinnya. Hati-hati bagi yang punya rambut paha panjang bisa menimbulkan kesakitan yang luar biasa akibat ikut terpilinnya rambut anda.


 
Mata Kail dari Ban Bekas

Setelah memilin senar, langkah selanjutnya adalah mengaitkan senar dengan mata kail. Nah, berbicara tentang mata kail, biar lebih hemat, mata kail dapat teman-teman peroleh dari ban bekas.


• Pertama sayat bagian pinggir dari ban bekas tersebut lalu keluarkan kawat yang ada di dalam ban bekas tersebut.

• Lalu pilih bagian kawat yang tidak karatan kemudian potong kawat tersebut seukuran kira-kira 4 cm.




• Pilih bagian kawat yang tidak karatan kemudian potong kawat tersebut seukuran kira-kira 4 cm.


• Asah/raut kawat tersebut sehingga runcing di ujung trus bengkokan sehingga menjadi mata kail

Setelah, mata kail terbentuk, selanjutkan memasuki proses pengasahan. Hal itu dapat dilakukan dengan mengasahnya pada alat asah.
• Setelah itu masukan senar pancing yang telah kita buat kedalam mata kail tersebut

• Langkah selanjutnya, masukan senar pancing yang telah kita buat kedalam mata kail tersebut. Selesailah proses pembuatan pancingan.
Mengasah Mata Kai


2. Umpan Pancing.
 
Umpan memancing belut yang paling sering digunakan adalah cacing tanah, katak atau keong yang sudah di ambil dagingnya. Bagi yang jijik, ya apa boleh buat berarti anda belum bisa memancing belut hari ini.
Daun pisangnya yang berwarna coklat yah.

• Cacing Tanah

Anda dapat mencarinya di kebun-kebun belakang rumah, untuk mempermudah mendapatkan cacing berikut adalah lamgkah-langkah yang mungkin dapat ditiru.

Pertama, pilih tanah yang gembur dan ada gundukan kecil. Biasanya dibawah gundukan tersebut merupakan rumah cacing tanah. Kemudian cangkul tanah dengan menggunakan pacul, nanti akan terlihat cacing tanahnya. Segera ambil kalau tidak mereka dengan cepatnya akan masuk kembali keterowongan rumahnya.


Terakhir adalah tempat untuk menaruh cacing tersebut, anda dapat menggunakan 
daun pisang yang sudah tua (warna coklat) untuk tempat cacing tanahnya.

Jika Anda tidak tahan dengan bau cacing,  Anda dapat  memberikan sedikit bawang putih yang ditumbuk kemudian dicampur ama cacingnya (kayak buat dimakan aja ya..)
Katak Sawah

• Katak Kecil

Untuk mendapatkan katak kecil, Anda harus pergi ke sawah, karena disana biasanya banyak terdapat katak. Kemudian tangkap katak sebanyak-banyaknya lalu masukan ke kantong kresek/plastik.




3. Lokasi Pemancingan

• Pastikan bahwa sawah yang akan Anda pancing masih ada airnya. karena biasanya lokasi yang dipilih adalah sawah yang baru 1-2 bulan ditanami. Dapat juga sawah yang baru ditanami bibit padi tapi hasil pancingan berupa belut yang kecil-kecil (seukuran kelingking orang dewasa) atau kalau mau lebih dari  dua bulan ditanami padi, memang bisa mendapatkan belut sampai sukuran jempol kaki, namun bisanya  lebih susah, karena air sudah langka.

Sawah usia 1-2 bulan Tanam, Tempat Ideal Memancing Belut
• Carilah lubang di saluran air pinggir sawah (pematang). Biasanya terdapat belut seukuran  kelingking sampai jari telunjuk orang dewasa. Disana biasanyarumah si belut. Perhatikan jangan memancing di lubang sebesar lebih dari jempol kaki karena biasanya bukan belut yang didapat tapi ular sawah.
    
4. Cara Memancing

• Dari lubang yang telah ditemukan, masukan mata kail yang sudah diberi umpan katak/cacing tanah tersebut. Masukkan secara pelan dan perlahan.

• Setelah kail masuk kedalam lubang lalu putar-putar senar pancingnya secara pelan-pelan  tujuannya agar masuk kedalam lubang secara sempurna. (dikit demi sedkit rasakan kenikmatan, biarkan agak dalam masuknya)


• Lalu. naik turunkan senar pancingnya untuk memancing belut keluar. naik dan turunkan senar tersebut.


• Perhatikan tanda-tanda bahwa belut sudah bereaksi dengan kehadiran umpan tersebut. Biasanya ditandai dengan keluarnya kotoran lumpur bercampur air. Itu tanda-tanda si belut sudah akan menyambar si umpan.


• Ketika umpan disambar tentunya senar pancing akan menjadi tegang. Biarkan umpan kita dibawa kedalam lubang sambil ditahan senarnya.


• Setelah dirasa cukup segera tarik senar secara perlahan, angan ditarik dengan kuat.  pelan-pelan nikmati perlawanan belutnya. Bagian ini adalah bagian yang paling asyik dan menegangkan buat si pemancing.


• Setelah kepala belut keliatan dipermukaan bisa anda tarik senar pancing anda dan bantinglah si belut ke pematang sawah tujuannya agar  si belut pingsan supaya bisa kita mudah ambilnya.



• Untuk yang sudah master, dapat dipakai cara seperti ini. Jika belut sudah keluar  dari lubang dan terlihat kepalanya segera jepit kepalanya dengan menggunakan jempol dan telunjuk. Setelah itu tarik belutnya.


• ikat si belut dengan menggunakan tali rafia atau pelepah batang pisang yang sudah di suwir – suwir.


Sumber : Kaskus.us/670398 oleh Terazana & http://anakkail.blogspot.com
readmore »»