Tampilkan postingan dengan label Ikan Laut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikan Laut. Tampilkan semua postingan

Ikan Badut ( Clown Fish )


Zona Ikan Kita - ikan giru atau ikan badut adalah ikan dari anaksuku Amphiprioninae dalam suku Pomacentridae. Sekitar dua puluh delapan spesies dikenali, salah satunya adalah genus Premnas, sementara sisanya dalam genus Amphiprion. Di alam bebas mereka bersimbiosis  dengan anemon laut. Ikan giru berwarna kuning, jingga, kemerahan atau kehitaman. Spesies terbesar mencapai panjang 18 cm, sementara yang terkecil hanya mencapai 10 cm. Seluruh jenis ini merupakan famili dari Pomacentridae.  Dengan demikian, apabila ditelusuri mereka masih saudara dengan golongan damselfish seperti Chromis, Chrysiptera, dan Dascyllus.


Apabila mendengar nama ikan badut, dalam ingatan orang akan cenderung terbayang pada sosok ikan bernama latin Amphiprion ocellaris. Meskipun demikian, ikan badut sebenarnya terdiri tidak kurang dari 29 jenis. Mereka seluruhnya berpenampilan cantik dan lucu. Dua puluh delapan jenis ikan badut ini merupakan spesies dari genus Amphiprion, sedangkan satu jenis merupakan spesies dari genus Premnas. Premnas mempunyai ciri khusus, yaitu berupa “duri” preoperkularis yang dijumpai di bawah matanya.

Secara umum ikan badut berukuran kecil. Maksimal mereka dapat mencapai ukuran 10–15 cm. Berwarna cerah, tubuh lebar (tinggi), dan dilengkapi dengan mulut yang kecil. Sisiknya relatif besar dengan sirip dorsal yang unik. Pola warna pada ikan ini sering dijadikan dasar dalam proses identifikasi mereka, disamping bentuk gigi, kepala dan bentuk tubuh. Variasi warna  dapat terjadi pada spesies yang sama, khususnya berkenaan dengan lokasi sebarannya. Sebagai contoh A clarkii merupakan spesies yang mempunyai penyebaran paling luas, sehingga spesies ini mempunyai variasi warna yang paling banyak (tergantung pada tempat ditemukan) dibandingkan dengan spesies ikan badut lainnya.

Ikan badut diketahui merupakan ikan yang mempunyai daerah penyebaran relatif luas, terutama di daerah seputar Indo Pasific. Satu jenis, yaitu A bicinctus, diketahui merupakan endemik Laut Merah. Mereka, pada umumnya, dijumpai pada laguna-laguna berbatu di seputar terumbu karang, atau pada daerah koastal dengan kedalaman kurang dari 50 meter dan berair jernih. Di perairan Papua New Guinea, bisa ditemukan ikan badut tidak kurang dari 8 spesies. Di alam, ikan badut mengkonsumsi zooplankton, udang-udangan dan algae yang dijumpai di habitat mereka.

HUBUNGAN TIMBAL BALIK DARI IKAN BADUT


Popularitas ikan badut tidak lepas dari perilaku simbiosisnya dengan berbagai jenis anemon. Anemon, yang bagi jenis ikan lain beracun, bagi ikan badut merupakan tempat berlindung yang aman dan nyaman. Ikan badut kerap dijumpai bersembunyi, berselimut, dan bercengkrama diantara tentakel-tentalel anemon yang beracun. Di alam, kehadiran ikan badut pada anemon dapat melindunginya dari agresifitas beberapa jenis ikan seperti ikan angle atau ikan butterfly yang akan memangsa tentakelnya. Sebaliknya ikan badut memanfaatkan anemon tersebut sebagai tempat berlindung dari musuh alaminya.

Tanpa perlindungan dari anemon, ikan badut hanya dapat bertahan hidup beberapa menit saja sebelum dimangsa oleh musuhnya. Hidup bersama antara dua jenis mahluk yang jauh berbeda ini sering dijadikan contoh keharmonisan hidup bertetangga. Ikan badut sering pula melakukan tugas bersih-bersih pada tubuh anemon yaitu dengan memunguti remah-remah makanan, atau kotoran lainnya sehingga tubuh anemon bisa terbebas dari berbagai jenis parasit. Sedangkan ikan badut sendiri sering membawakan makanan bagi anemon.

Seperti halnya penghuni laut lainnya, ikan badut sebenarnya tidak memiliki kemampuan untuk melawan racun dari anemon. Meskipun demikian mereka memilki taktik yang jitu bagaimana mengatasi racun tersebut. Tentakel anemon dilapisi oleh lendir yang memiliki kandungan tertentu untuk melindunginya dari sengatan tentakel yang lain atau tersengat oleh tentakel sendiri. Lendir inilah yang dimanfaatkan oleh ikan badut untuk melindungi badannya dari sengatan tentekal anemon.

Dengan demikian, mereka akhirnya akan aman bermain dan berada diantara tentakel-tentakel anemon. Pada malam hari mereka sering tidur dengan berselimutkan tentakel-tentakel tersebut. Apabila ikan badut dipisahkan dari anemon selama beberapa jam, mereka akan segera kehilangan kekebalannya. Dan untuk menjadi kebal kembali mereka perlu beradaptasi dan memerlukan waktu seperti disebutkan diatas.

IKAN BADUT POLIANDRI


Berbeda dengan jenis ikan lainnya, perilaku kawin ikan badut menunjukkan sifat kebalikan. Apabila ikan lain, diperlukan beberapa betina untuk satu jantan, pada ikan badut justru satu betina memiliki beberapa jantan. Ikan badut diketahui bisa berubah kelamin. Selain itu merekapun memiliki hierarki sosial yang ketat. Dalam satu koloni ikan badut yang hidup dalam anemon, biasanya terdiri dari satu betina dewasa yang dominan dan beberapa jantan yang berukuran lebih kecil, serta beberapa ikan badut muda. Ikan-ikan muda ini semua berjenis kelamin jantan.

Apabila si betina mati atau menghilang, jantan dewasa secara biologi akan berganti kelamin menjadi betina. Perubahan kelamin akan berlangsungan selama dua minggu atau lebih. Kemudian jantan terbesar dan tertua yang ada dikoloni tersebut akan menjadi pasangannya. Startegi demikian diketahui mampu mempertahankan kelanjutan keberadaan spesies ikan badut tersebut. Dalam hal ini si jantan yang ditinggal mati betinanya tidak perlu mencari betina lain jauh-jauh. Seperti diketahui, di alam, ikan badut tidak bisa meninggalkan anemonnya lebih dari beberapa meter hanya untuk sekedar mencari betina lain.

Ikan badut dapat menghasilkan telur 300–700 butir. Telur tersebut diletakkan pada batu-batu dibawah mantel anemon. Telur tersebut akan dijaga oleh badut jantan hingga menetas. Telur pada umumnya akan menetas setelah enam atau tujuh hari.

( o-fish.com )
readmore »»  

Marlin


Marlin merupakan ikan laut dari jenis ikan berparuh (billfish). Jenis ikan berparuh merupakan jenis yang dianggap paling kuat dalam olahraga mancing. Selain menjadi primadona di kalangan pemancing, daging ikan marlin dikenal lezat dan biasanya diolah menjadi steak, oleh karenanya banyak restoran-restoran yang menyajikan menu Steak Ikan Marlin. Ada beberapa jenis ikan marlin yang bisa diketahui, yakni antara lain : swordfish atau ikan todak (Xiphias galduys Linnaeus), black marlin atau marlin hitam (Makaira indica), blue marlin atau marlin biru (Makaira nigircan), white marlin atau marlin putih (Tetrapturus albidus).


Black Marlin atau Marlin Hitam (Makaira indica)




Ikan ini banyak terdapat di Samudra Hindia dan menjadi buruan dalam kegiatan hobi olahraga memancing di Pelabuhan Ratu. Selain di situ juga terdapat di Samudra Pasifik. Berada pada air dengan suhu 21-30 derajat Celcius dan jarang dijumpai di perairan dingin. Ikan ini dapat dengan cepat diidentifikasi karena ini satu-satunya marlin yang memiliki sirip punggung yang kaku. Sirip ini tidak bisa dilipat ke badannya.

Garis punggungnya jarang sekali tampak jelas pada ikan dewasa. Punggungnya berwarna biru tua yang langsung berubah warna menjadi putih pada garis punggung. Jika sedang melompat atau sedang makan maka akan terlihat garis biru yang samar di sisinya. Makanannya terdiri dari sotong, makarel, bonito, ikan terbang.
Marlin hitam memiliki tenaga, ukuran dan ketangguhan yang menjadi tantangan pemancing. Ikan ini dikenal dengan kecepatan renangnya dan diikuti gerak menyelam yang dalam. Ikan terbesar yang pernah ditangkap beratnya mencapai 700 kilogram, sekitar lima kali berat marlin umumnya, di Cabo Blanco, Peru pada 4 Agustus 1953.


Blue Marlin atau Marlin Biru (Makaira nigircan)




Ikan marlin biru terbesar yang pernah ditangkap beratnya 637 kilogram di Vitoria, Brazil 29 Februari 1992. Ikan ini hidup pada perairan hangat. Ikan ini tidak seperti marlin hitam dijumpai juga di Samudra Atlantik berada pada kawasan tropik dari samudra itu. Ciri ikan ini adalah sirip pektoralnya tidak pernah kaku, bahkan ketika telah mati masih bisa dilipat ke dalam tubuhnya.

Sirip dorsalnya tinggi dan tajam, tingginya lebih dari lebarnya tubuh ikan. Sirip ekornya besar dan berujung tajam. Ikan jenis ini termasuk petarung agresif yang kerap kali melompat ke udara, seakan-akan tidak kenal lelah. Mereka berenang dengan cepat dan kuat. Perlawanannya lebih kuat daripada ikan kuwe.

White Marlin atau Marlin Putih (Tetrapturus albidus)



Biasanya berat maksimum ikan dewasa jantan hanya 90 kilogram. Sedangkan yang betina sebagaimana ikan-ikan jenis ini bisa tumbuh menjadi raksasa. Ikan terbesar yang pernah ditangkap beratnya hanya sekitar 82,3 kilogram yang juga didapat di Vitoria, Brasil pada 8 Desember 1979. Ikan ini tersebar di Samudra Atlantik, Teluk Meksiko dan Laut Karibia serta juga di Laut Tengah di Eropa. Ikan ini bisa bermigrasi ke perairan tropis. Dan kerap berada dekat dengan pantai.

Ciri yang paling menonjol adalah sirip dorsal, pektoral dan ekornya berbentuk bulat bukan tajam. Sirip pektoralnya dapat dibengkokkan hingga rapat dengan tubuhnya. Garis sisinya sangat jelas. Warna ikan ini lebih mendekati warna hijau dibandingkan marlin lainnya.

Ikan Marlin Swordfish atau Ikan Todak (Xiphias galduys Linnaeus)



 Berat maksimum ikan ini mencapai 682 kilogram, dan yang terberat ditangkap di Iquique, Cili seberat 537 kilogram. Cucutnya paling panjang, lurus dan lebar. Hidup pada suhu 13 hingga 22 derajat Celcius. Ikan ini ditemukan di hampir semua perairan di permukaan bumi. Ciri paling mudah adalah sungut tajam yang menyerupai pedang. Pedang ini digunakan untuk bertahan atau membunuh, menyerang mangsanya. Makannya seperti marlin lainnya berupa sotong, lumba-lumba, dan makarel.

Punggungnya bisa berwarna coklat tua, perunggu, ungu metalik, biru keabu-abuan atau hitam sama sekali. Sisinya bisa gelap, dan bagian bawahnya putih. Ikan ini mudah takut oleh kedatangan kapal dan tingkahnya tidak menentu walau jarang sekali mereka menyerang kapal. Sungutnya kerap digunakan untuk memotong tali pancing.

Mancing Marlin



Trolling merupakan cara memancing yang paling disenangi oleh pemancing di laut mengingat ikan yang ditangkap biasanya merupakan ikan-ikan yang besar contohnya adalah ikan marlin, ikan marlin memiliki ciri-ciri yaitu mulut yang runcing dan tajam seperti pedang. Ikan marlin yang terkenal untuk dipancing adalah ikan marlin biru. Ikan ini dapat mencapai ukuran lebih dari 400 lbs sehingga sangat menantang para pemancing untuk menangkapnya.

Pemancing itu mendambakan sekali bisa dapat marlin.  Marlin itu hebat fightnya, jenis ikan ini juga cantik sekali. Kalau terpancing, dia melompat ke atas permukaan 10 sampai 20 meter. Saat  marlin terpancing, dia naik kepermukaan sehingga ada waktu untuk tarik ulur. Di sinilah pemancing fight bagaimana memenangkan pertarungan. Kapten kapal harus cekatan juga, membantu agar tali tidak putus. Caranya bisa memundurkan kapal agar posisi tali kendur dan ada kesempatan menggulung.

Memancing  ikan Marlin dapat menggunakan umpan buatan maupun umpan alami berupa ikan tuna kecil atau mackarel. Umpan ini dipasang dengan mata pancing yang berukuran yang cukup besar sesuai dengan besarnya umpan anda. Untuk sistem trolling sebaiknya anda menggunakan kapal dengan kecepatan kira-kira 8-9 knot untuk menarik perhatian ikan ini. Dengan kecepatan ini, umpan yang berjajar akan tampak seperti kawanan ikan kecil yang sedang berenang di permukaan air. Umpan  buatan yang baik adalah yang memiliki warna cukup terang atau menggunakan umpan yang berwarna perak dan terang seperti jenis-jenis ikan yang menjadi makanan alami ikan ini seperti ikan Tuna, ikan mackarel dan jenis ikan lainnya.
readmore »»  

Wahoo ( Acanthocybium Solandri )


Wahoo ( Acanthocybium Solandri ) merupakan spesies ikan laut yang lebih dikenal sebagian masyarakat indonesia dengan sebutan Tenggiri Laki, dikarenakan bentuknya yang menyerupai ikan tenggiri dengan warna tubuh abu-abu terang. Namun ikan wahoo memiliki perbedaan warna tubuh abu-abu dengan garis-garis vertikal hijau/biru di tubuhnya serta bentuk giginya yang membedakan ikan wahoo dari ikan tenggiri.


Ikan tenggiri lelaki atau pasangan dari ikan tenggiri, begitu menurut kepercayaan para nelayan yang berada dipesisir barat Pulau Jawa. Daging ikan wahoo ini sulit/jarang ditemui sebagai konsumsi makan masyarakat umum, dikarenakan daging ikan wahoo ini dirasa lebih keras dan kenyal dibanding ikan tenggiri.

Untuk memancing Wahoo, para pemancing biasa menggunakan tekhnik trolling, ngoncer, jigging, dan high-speed trolling. Di sekitar Jawa Barat, ikan ini dapat ditemui di kep. krakatau, tanjung lesung, sea mount, ujung kulon, daerah binuangeun, dan pelabuhan ratu.

Habitat Wahoo

Ikan Wahoo merupakan ikan jenis pemangsa (predator) yang dihabitatnya bisa hidup berkumpul atau sendiri-sendiri di wilayah perairan tropis dan sub tropis dengan ukuran rata-rata 5-20 kg, ikan ini biasa berada di tubiran karang dan selalu berpindah tempat, bermigrasi ke tempat-tempat yang mudah dijumpai makanan untuk wahoo yang ukuran mangsanya lebih kecil dari ukuran tubuhnya tanpa perlu mengunyahnya terlebih dahulu.

Ukuran ikan wahoo terbesar yang pernah ditangkap yakni sepanjang 250 cm dengan berat maksimum 83 kg. dengan kisaran perkembangan individual sebesar 3-4 cm perbulannya. Tingkat kedewasaan wahoo saat berusia diantara 1 dan 2 tahun, diyakini seekor ikan wahoo bisa mencapai umur 5 hingga 6 tahun.

Dengan memiliki bentuk tubuh yang aerodinamik, ikan wahoo dalam kondisi tertentu dapat melipat sirip-siripnya sehingga membentuk seperti sebuah peluru kendali untuk mengurangi faktor tahanan/resistansi didalam air agar mencapai kecepatan tertinggi. Seperti mengejar mangsa atau dalam kondisi terancam, menurut beberapa pakar atau ahli dibidang perikanan, rekor kecepatan yang pernah tercatat, seekor wahoo dapat berenang dengan kecepatan tertinggi hingga 75 km per jam !

Kadangkala saat mengejar mangsanya dengan kecepatan tinggi dari dalam air dan disaat menerjang mangsa kecil atau yang lolos tanpa melakukan pengereman, seekor wahoo terlihat “terbang” atau loncat keluar dataran air.

Kebiasaan ikan wahoo dalam berburu makanan selalu dalam rombongan kecil, terdiri dari 3 – 5 ekor ikan, apabila rombongan ikan wahoo sudah mencium atau mendeteksi mangsa buruan makanannya maka rombongan ikan tersebut akan langsung tancap gas lari berenang dengan kecepatan penuh sekitar 80 km/jam.
Ikan akan menyelam sedalam 1-2 m dibawah permukaan air untuk menuju sasaran dengan dipandu oleh alat sensor yang terdapat dikepalanya, dan bila jarak sasarannya sudah dekat, rombongan ikan wahoo ini akan menyelam lebih dalam lagi dan akan muncul dengan tiba-tiba dari bawah sasaran kawanan ikan yang menjadi makanannya.

Wahoo di Mata Pemancing


Bagi para mania mancing, ikan wahoo dianggap bukan ikan yang aneh, namun tidak banyak ditemukan mania yang mengkhususkan untuk memancing wahoo. Untuk memancing ikan wahoo banyak tekhnik mancing yang bisa digunakan seperti umumnya trolling/tonda, ngoncer hingga jigging. hal ini dikarenakan ikan wahoo bukanlah jenis ikan yang memilih umpan.


Jika anda ingin memperoleh ikan wahoo saat memancing, pilihlah spot sekitar tubiran karang tempat biasa ikan wahoo berenang untuk mencari mangsa. Jangan mengarahkan kapal ke laut lepas karena akan sulit menemukan beberapa kawanan wahoo. Wahoo kadang berenang dalam satu grup kecil. Jika kebetulan saat mancing troling anda strike wahoo, usahakan melepas umpan kembali diarea yang sama.
Beberapa peneliti menyatakan, wahoo bukan tipikal ikan yang selalu bergerombol. Wahoo berburu mangsanya sendiri-sendiri. Namun jika ditemui kumpulan/gerombolan mangsa yang banyak, kelompok kecil wahoo akan bersama-sama mencegat dan mengejar mangsanya.

Sedikit tips yang mungkin bisa anda pakai untuk memancing ikan wahoo dengan cara trolling, gunakan metode deep-trolling, bisa dicapai dengan menggunakan downrigger menggunakan umpan plug atau lipless. Selain itu bisa juga menggunakan teknik speed trolling dengan umpan khusus trolling cepat. Hal tersebut dikarenakan ikan wahoo adalah merupakan ikan perenang cepat dan tidak memilih umpan untuk dijadikan mangsanya.

Ikan wahoo bukan merupakan ikan permukaan, namun jika wahoo melihat mangsa baik dengan kecepatan tinggi maupun rendah, maka wahoo akan berusaha naik kepermukaan air untuk melumpuhkan mangsanya berenang dengan kecepatan tinggi.

(berbagai sumber)
readmore »»  

Amberjack


Amberjack dikenal dalam dua jenis yakni Greater Amberjack (Amberjack berukuran besar) dan Lesser Amberjack (amberjack berukuran lebih kecil). Dilihat dari bentuknya, jenis ikan yang masih dari family carangidae ini mirip seperti ikan kuwe (ada juga yang menyebutnya ikan kuwe batu).

 
Greater Amberjack (seriola dumerili), merupakan ikan jenis The Jack berukuran besar. Umumnya memiliki sirip berwarna gelap memanjang dari hidung hingga dibagian sirip depan. dengan bobot hingga mencapai sekitar 20 kg atau kurang, kerap ditemukan didaerah karang berbatu hingga kedalaman 20 hingga 75 meter dalam laut.

Lesser Amberjack (seriola fasciata), memiliki proporsi mata yang lebih besar serta badan yang lebih tipis dibandingkan dengan Greater Amberjack. Berwarna hijau olive atau hitam kecoklatan dengan warna keperakan disisi bagian samping dan biasanya memiliki warna gelap kearah bagian atas. Lesser Amberjack dewas umumnya memilik bobot dibawah 5 kilogram. Banyak ditemukan pada kedalaman 50 hingga 130 meter, lebih dalam posisinya dari pada Greater Amberjack.


Karakteristik Amberjack

Amberjack merupakan ikan pemangsa (predator) yang memakan cumi-cumi, ikan dan bahkan satwa air berkulit atau bercangkang keras. Amberjack muda bisa ditangkap pada kedalaman air 7-8 meter dekat dengan benda- benda yang mengapung. Amberjack dan selutuh familia Jack hanya ditemui diseluruh lautberiklim tropis dan subtropis dengan temperatur 18-27 derajat celcius, dengan sebanyak 140 individual species yang telah di identifikasi hingga kini. Jenis ikan ini sering berkelana bersama rombongan besar serta merupakan salah satu jenis ikan penjelajah sembari mencari mangsanya. Amberjack memiliki kisaran ukuran mulai 25 cm dengan bobot sekitar 0,5 kg sampai memiliki panjang hingga 1,80 meter dengan bobot mencapai 45 kilogram.

Amberjack merupakan ikan pelagis (seriola dumerili) dan bentopelagis (seriola fasciata) yang banyak ditemukan diseluruh perairan laut Meksiko hingga kedalaman 140 meter. Menurut laporan, panjang maksimum yang diperoleh hingga 1,5 meter, namun umumnya banyak ditemukan dengan panjang 60 cm. Perlu diketahui, rekor dunia ikan amberjack yang pernah ditangkap tahun 2004 di Perairan Meksiko dengan bobot 47 kilogram.

Amberjack di Mata Kalangan Pemancing


Amberjack merupakan salah satu jenis ikan target bagi para mania mancing dikarenakan kekuatannya saat menyambar umpan serta fight melawan kekuatan piranti mancing. Lokasi favorit amberjack berada di kawasan pengeboran minyak (rig) dan juga kapal karam. Umpan artifisial (buatan) untuk memancing amberjack bisa menggunakan jenis umpan jig berukuran besar. Saat jigging dengan target amberjack, usahakan agar menjaga gerakan aksi jig dengan cepat, dikarenakan amberjack tidak suka menyambar umpan (buatan) yang bergerak pelan.

Jika ingin menangkap amberjack dengan menggunakan piranti ringan (light tackle) chum terlebih dahulu disekitar kapal/perahu, hal ini dilakukan agar senar tidak terulur banyak keluar dari spool. Metode terbaik untuk memancing dikawasan rig, adalah dengan menempatkan umpan berekor dengan pancing kemudian masukkan kedalam air.

Selamat mencoba, mudah-mudahan sukses fight strike dengan amberjack.

(Berbagai sumber)
readmore »»  

Paus Sirip ( Balaenoptera physalus )


Paus Sirip (Balaenoptera physalus) adalah mamalia laut yang masuk kedalam subordo paus balin. Paus, yang memiliki panjang hampir sepanjang 27 meter, adalah paus terbesar kedua dan binatang terbesar kedua di dunia setelah paus biru.


Paus sirip adalah paus yang berpostur panjang dan langsing. Tubuh paus sirip berwarna abu-abu kecoklatan tetapi bagian permukaan bawah lebih terang. Terdapat 2 subspesies: paus sirip utara di Atlantik utara dan paus sirip Antartika di samudera daerah selatan. Paus ini dapat ditemui di semua samudera utama dunia, dari daerah kutub sampai lautan tropis. Paus ini tidak dapat ditemui di perairan ber-es seperti di Kutub Utara dan Kutub Selatan. Paus ini juga tidak dapat ditemui di perairan kecil yang jauh dari samudera terbuka. Populasi terbesar paus ini ditemukan di perairan hangat dan dingin. Makanan paus ini adalah ikan, cumi-cumi dan crustacea, termasuk mysidacea dan krill.


Sama seperti semua paus besar lainnya, paus sirip diburu selama abad ke-20 dan kini merupakan spesies terancam. Komisi Perpausan Internasional (IWC) mengeluarkan larangan perburuan paus ini, tetapi Islandia dan Jepang tetap menyatakan keinginannya untuk melakukan perburuan. Beberapa msalah yang cukup mengganggu pemulihan populasi spesies ini antara lain kematian yang disebabkan tubrukan dengan kapal dan polusi suara oleh manusia.
readmore »»  

Jenis Paus

 
Zona Ikan Kita - Paus adalah sejenis mamalia yang hidup di lautan. Meskipun dalam bahasa Indonesia paus sering disebut “ikan paus”, paus sebenarnya bukanlah tergolong dalam keluarga ikan. Seperti hewan mamalia yang lain ikan paus mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:




  • bernafas melalui paru-paru
  • mempunyai bulu (sedikit, hampir tidak ada bagi paus dewasa)
  • berdarah panas
  • mempunyai kelenjar susu.
  • mempunyai jantung empat bilik
Ikan paus purba berevolusi pada pertengahan tempo Eocene, kira-kira 50 juta tahun yang lalu. Salah satu paus terawal yang telah punah adalah Basilosaurus yang mempunyai kepala kecil bermoncong menonjol dan bergigi. Basilosaurus mempunyai panjang 25 meter.

Fosil menunjukkan bahwa paus berasal dari hewan daratan berkuku, mungkin dari hewan seperti Mesonychid (hewan seperti serigala yang tinggal di pesisir pantai) yang berangsur-angsur kembali tinggal di laut sekitar 50 juta tahun yang lalu. Satu lagi kemungkinan hewan lain yang berubah menjadi paus, adalah Ambulocetus, mamalia berukuran anjing laut, sepanjang 3 meter seberat 325 kilogram.

Pada saat kini, terdapat dua jenis paus, yaitu ikan paus Odontoceti paus bergigi, dan ikan paus Baleen, Mysticeti. Ikan paus Odontoceti yang bergigi merupakan pemangsa yang memakan ikan, sotong, dan mamalia laut, mempunyai satu lubang pernafasan. Ikan paus balin berukuran lebih besar daripada ikan paus bergigi dan mempunyai struktur yang dikenal sebagai balin yang berbentuk sikat. Struktur ini berguna untuk menyaring plankton di air. Ikan Paus Balin mempunyai dua lubang pernafasan.


readmore »»  

Paus Beluga atau Paus Putih ( Delphinapterus leucas )


Paus Beluga atau Paus Putih (Delphinapterus leucas) adalah jenis cetacean yang terdapat di wilayah perairan laut kutub utara dan sekitarnya. Beluga adalah salah satu dari 2 jenis paus keluarga Monodontidae, bersama dengan Narwhal. Mamalia laut ini dikenal secara umum sebagai Beluga atau kenari laut karena ciri khas dari lengkingan suaranya yang tinggi. Panjang Beluga dapat mencapai 5 meter dengan warna tubuh yang putih, sementara kepalanya berbentuk melon.


Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Cetacea
Upaordo: Odontoceti
Famili: Monodontidae
Genus: Delphinapterus
Spesies: D. leucas
Nama binomial
Delphinapterus leucas
(Pallas, 1776)
Habitat Beluga
Habitat Beluga
readmore »»  

Paus Sperma ( Physeter macrocephalus )


Paus Sperma (Physeter macrocephalus) adalah hewan terbesar dalam kelompok paus bergigi sekaligus hewan bergigi terbesar di dunia. Paus ini dinamakan karena bahan putih susu spermaceti yang terdapat pada kepalanya, dan pada awalnya dikira sebagai sperma. Kepala Paus Sperma yang besar dan bentuk keseluruhannya yang berbeda, ditambah lagi kemunculannya dalam novel Moby-Dick yang ditulis oleh Herman Mellville, membuatnya dikenal sebagai paus arketipe (archetype).




Sebagian karena Melville, Paus Sperma sering dihubungkan dengan Leviathan semi mistis dari cerita-cerita Alkitab. Paus Sperma juga dulu dikenal sebagai Common Cachalot

Deskripsi fisik

Ciri khas dari Paus Sperma adalah kepalanya yang besar, lebih-lebih untuk pejantannya, yang biasanya bisa mencapai sepertiga daripada panjang badanya. Nama spesiesnya sendiri macrocephaluss diambil dari bahasa Yunani untuk “kepala besar”. Berbeda dengan kulit licin yang dimiliki oleh kebanyakan paus lain, kulit bagian belakang paus sperma biasanya berkedut. Mereka bewarna abu-abu walaupun kadang kelihatan berwarna coklat dibawah cahaya matahari (“Great White Whale” dalam novel Melville, kalaupun ada, kemungkinan adalah albino). Tidak mengherankan kalau otak Paus Sperma adalah yang terbesar dan terberat bagi semua hewan (berat rata-ratanya 7 kg dalam paus jantan dewasa). Namun, otak Paus Sperma adalah tidak begitu besar jika dibandingkan dengan ukuran badannya.


Lubang pernafasan (blowhole) terletak berdekatan dengan bagian depan kepala dan condong ke kiri (jika dilihat dari arah yang sama dengan paus). Ini memberikan ciri-ciri hembusan berkembang yang jelas kearah depan. Sirip belakangnya terletak sekitar dua pertiga dari bawah tulang belakang dan biasanya pendek dan berbentuk segitiga sama kaki. Flukenya juga berbentuk segitiga dan amat tebal. Flukenya diangkat tinggi tinggi dari air sebelum paus melakukan penyelaman dalam.

Paus Sperma mempunyai 20-26 pasang gigi kerucut pada rahang bawah mereka. Setiap gigi bisa mempunyai berat sampai satu kilogram. Asal bentuk gigi ini tidaklah diketahui dengan pasti. Dipercayai bahwa gigi-gigi tersebut tidak diperlukan untuk mengkonsumsi sotong, malah ada Paus Sperma liar yang sehat dan cukup makan namun tidak bergigi. Konsensus para ilmuwan masa kini adalah gigi-gigi tersebut mungkin digunakan dalam pertengkaran antara paus jantan dalam spesies yang sama. Hipotesis ini konsisten dengan gigi yang berbentuk kerucut dan jarang-jarang. Gigi yang belum sempurna juga terdapat di bagian rahang atas, namun gigi tersebut jarang tumbuh dan terlihat di mulut.


readmore »»  

Ikan Sebelah / flatfish


Ikan Sebelah atau disebut juga flatfish merupakan ikan demersal dengan distribusi yang luas, meliputi Teluk Persia dan pantai timur Afrika sampai Jepang, pantai utara sampai selatan Australia dan Indo-Pasifik. Ikan berbadan pipih ini mempunyai kemampuan untuk menyamarkan tubuhnya dengan lingkungan sekitarnya sebagai penyamaran, sehingga mangsanya dapat dikelabui dan dapat dengan mudah ditangkap. Biasanya ikan ini memendamkan badannya ke dalam lumpur atau pasir di dasar laut, sementara hanya matanya yang muncul ke permukaan.


Matanya dapat diangkat atau diturunkan dan digerakkan dengan bebas. Tanpa gerak, dengan sangat sabar ia menunggu mangsanya sampai mangsa benar-benar dekat dan lengah, dengan gerakan yang sangat cepat dan mendadak menyergap, jarang sekali mangsa dapat lolos dari sergapannya. Adaptasi morfologi ikan ini sangat berguna pertama untuk melindungi diri dari predator yang lebih besar, dan kedua untuk memudahkan ia memangsa.

Klasifikasi Ilmiah

Ikan Sebelah termasuk ke dalam ordo Pleuronectiform. Ordo ini terdiri dari berbagai variasi spesies. Berdasarkan temuan para peneliti dari Eropa telah terkumpul sebanyak 28 spesies ikan sebelah (flatfish), dan hanya ada 6 spesies yang memiliki nilai komersial tinggi, yaitu Botidae ( Bothus ocellatus ), Cynoglossidae, Citaridae, Pleuronectidae (Pseudorhombus arsius ), Scoftalmidae ( Scophtalmus rhombus ), dan Soleidae. Family Soleidae terdiri dari dua spesies, yaitu  Achiroides leucorhynchos dan Achiroides melanorhynchus yang termasuk ke dalam Genus Achiroides. Jenis lain adalah Psettodes erumei, Engyprosopon sp, dan Psetta maxima.



Ciri-ciri Morfologi

Secara morfologi ikan ini mempunyai bentuk badan pipih, kedua mata berada pada salah satu sisi, sedang sisi yang lain tidak ada mata (karena itulah ikan ini disebut ikan sebelah) dan sedikit pigmen. Panjang ikan ini rata-rata sekitar 30 cm dan dapat mencapai 45 cm. Ikan ini banyak ditemukan di estuari dan air dangkal, di dasar pasir atau lumpur sampai kedalaman 200 m. Ikan Sebelah yang masih muda umumnya ditemukan di air payau. Makanan utama ikan ini adalah hewan-hewan benthic, umumnya yang berkulit keras dan tak bertulang punggung.

Bentuk asimetris yang ada pada Ikan Sebelah merupakan hasil evolusi tengkorak flatfish secara bertahap. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya fosil ikan bermata aneh dari perairan Eropa Kuno. Fosil ini diperkirakan hidup 50 juta tahun lalu, dengan satu mata di atas kepalanya dan satunya berada di sebelahnya. Bentuk asimetris ini memungkinkan mereka untuk berbaring datar di dasar laut sambil menunggu mangsanya. Fosil ikan sebelah juga ditemukan di museum di Inggris, Perancis, Italia dan Austria. Ikan–ikan tersebut tinggal di perairan dangkal yang hangat di Eropa pada Zaman Eocene Epoch ketika dunia masih beriklim sedang, serta ikan paus dan burung-burung modern baru pertama kali berevolusi.

 Ikan Sebelah biasanya bertelur di daerah lepas pantai dan ada yang bertelur di muara sungai. Dalam sekali reproduksi betina mampu melepaskan beberapa ratus ribu telur sampai dua juta telur. Telur-telur tersebut akan menjadi larva berukuran 1,5 – 3 mm. Pada saat ia masih larva hingga menjadi ikan sebelah yang dewasa, tubuhnya makin berbentuk pipih, sedangkan salah satu matanya bergerak kearah salah satu sisi tubuhnya. Setelah itu warna bagian tubuh bawah berubah menjadi putih.

Kandungan nutrisi ikan ini cukup tinggi dan rasanya juga enak, daging ikan sebelah memang tidak terlalu tebal tetapi  rasanya sangat gurih. Ikan ini juga dipercaya dapat meningkatkan stamina. Ikan Sebelah biasanya dieksport dalam bentuk fillet dengan tujuan Uni Eropa. Jenis yang diminati dan mempunyai nilai jual yang tinggi  adalah Psetta maxima. Jenis lain yang juga mempunyai pasar eksport adalah Engyprosopon sp yang banyak ditemukan di perairan Semarang dan sekitarnya dengan tujuan eksport ke Jepang.


Engyprosopon sp yang diminati untuk pangsa eksport adalah yang berukuran di atas 20 cm. Untuk mendapatkan ukuran tersebut perlu mata jaring yang lebih besar sehingga yang tertangkap adalah jenis yang besar dan juga diperlukan kecepatan penarikan jaring yang lebih besar ( sekitar 4-5 knot ). Selain dieksport Ikan Sebelah juga dikonsumsi di dalam negeri, umumnya dijual segar atau dalam bentuk masakan (biasanya digoreng atau dimasak bumbu tauco).

Namun perlu diketahui Ikan Sebelah ternyata juga merupakan salah satu media pembawa hama dan penyakit ikan. Berdasarkan Lampiran Surat Keputusan menteri Pertanian nomor: 841/KptsIK.220/7/99 tanggal 22 Juli 1999 tentang jenis-jenis Hama dan Penyakit Ikan Karantina dan Jenis-jenis Media Pembawa Penyakit Ikan Karantina, disebutkan bahwa Ikan Sebelah jenis Psettodes erumei sebagai media pembawa/ inang dari penyakit Epizootic Haemotopotic Necrosis (EHN) yang disebabkan oleh indovirus dengan daerah penyebaran cukup luas yaitu Amerika, Eropa, Australia, Afrika dan Asia.
(Berbagai Sumber)
readmore »»  

Ikan mandarin (Synchiropus splendidus)


Ikan mandarin (Synchiropus splendidus) adalah ikan kecil berwarna cerah yang termasuk dalam familia dragonet, yang terkenal dalam bisnis akuarium air laut. Ikan mandarin berasal dari Samudera Pasifik, berkisar dari Kepulauan Ryukyu hingga Australia.



Karakteristik

Ikan mandarin memiliki tubuh yang panjang dan 2 sirip punggung. Ikan mandarin memiliki garis-garis warna hijau, jingga, dan kuning, dengan warna biru menyelimuti sekujur tubuhnya. Ikan mandarin biasa makan krustasea kecil dan hewan invertebrata lainnya.
Hidupnya seperti main ‘petak-umpet’ di antara susunan terumbu karang yang penuh celah, sibuk mencari makan sambil menghindari ikan besar pemangsanya. Ikan yang menjadi ikon pariwisata internasional ini berpanjang tubuh berkisar antara 8 hingga 15 centimeter dan biasanya keluar dari karang untuk mencari makan hanya pagi dan malam hari.

Corak dan warnanya begitu unik dan menawan hati, mirip pola batik dengan warna primer, sedangkan beberapa jenis lain berwarna hijau muda dengan motif polkadot. Ada pula yang kombinasi coklat putih sehingga tersamar jika ‘berjalan’ di antara karang-karang . Laut Bali mempunyai spesies ikan ini dengan harmoni warna yang paling bagus sedunia, selain bermotif batik cerah, di leher hingga bagian bawah tubuhnya gradasi biru terang sampai hijau muda. Sekeliling siripnya juga berhias warna biru langit yang tidak dimiliki pada ikan Mandarin di perairan lain.

Pemeliharaan


Pemeliharaan ikan ini bisa dibilang sulit dipelihara di akuarium. Karena ikan ini sukar beradaptasi dengan lingkungan baru, sensitif dengan perubahan air dan susah memberi makannya karena Ia tidak menyukai pakan buatan seperti pelet ikan, cacing kering maupun udang kecil olahan pabrik.

Walau demikian, ada beberapa cara yang dapat diterapkan untuk keberhasilan pemeliharaan ikan mandarin ini, diantaranya yaitu, membuat kondisi akuarium yang mirip dengan habitatnya yaitu menyediakan karang hidup (living rock) yang banyak sebagai media tempat ikan ini mencari makan. Selain itu jangan mencampur ikan mandarin dengan ikan yang agresif dalam satu aquarium, itu akan membuat ikan stress, semakin tenang kondisi ikan ini maka akan semakin lama pula ikan Mandarin ini dapat dipelihara.

(Berbagai Sumber)
readmore »»  

Three Spot dascyllus ( Dascyllus fri )


Three Spot dascyllus( Dascyllus fri ) yang berwarna-warni terdapat di terumbu; koral, seperti ciclid yang sama bentuknya lubang hidung betokpun hanya satu dan didepan sirip dubur terdapat dua sirip kipas berduri. Three Spot dascyllus( Dascyllus fri ) badannya pipih dan tampak dari samping bulat dan mengesankan  butek. Warna badannya hitam dan legam dengan tiga buah bercak berwarna putih, satu didahi dan satu dikedua sisi tubuhnya. Bercak-bercak tersebut hilang setelah dewasa. Panjang jarang melebihi 15 cm. Di aquarium betok terlihat bagus  apabila ditempatkan secara berkelompok.



Nama Indonesia    : Ikan Dakocan
Nama Inggris    : Three Spot dascyllus,
Nama Latin    : Dascyllus fri
Klasifikasi    : Ordo Perciformes, Familia Pomacantridae



Perilaku : Hampir sama dengan klon mereka suka bermain dekat anemon dan mencari makan di antara batu-batu karang. Hidup dalam kawanan, dan bila bahaya mengancam, seluruh kelompok kawanan menghilang ke dalam koral. Ikan ini mempunyai perilaku teritorial yang kuat. Setiap ikan mempunyai celahnya masih-masing di dalam koral dan menjaganya. Ikan ini tidak cocok ditaruh dengan ikan-ikan yang lebih besar.

Reproduksi : Saat bereproduksi warna menjadi kemerah-merahan perak. Ketika bertelur, telur-telur diletakan pada rumpun-rumpun pada koral atau pada batu, dan induk akan menjaga sampai telur menetas.

Pakan : Di habitat aslinya mereka menyukai udang-udang kecil, larva, kepiting dan tidak jarang mereka membersihkan parasit di badan ikan yang ukurannya lebih besar. Sedangkan di aquarium Gembira Loka selain pakan alami ikan ini juga diberikan pakan buatan yaitu antara lain: Tubifex sp, Rotifera sp dan Apnia sp.

Habitat : Daerah tropis dan secara khas penghuni batu-batu karang yang memanjang ke laut sampai 55 m.
readmore »»  

Siganus Vulpinus ( Foxface rabbitfish )


Siganus Vulpinus bertubuh sedang dan bentuknya pipih kelihatan dari samping lonjong. Warna badannya bagian belakang kuning cerah. sirip ekor dan sirip anus. Sedang bagian kepalanya belang hitam dan putih yang mengesankan ikan ini mempergunakan topeng pada kepalanya. Mulutnya agak runcing berbentuk tabung. Mulut kecil salendar cicit menyerupai mulut kelinci dan dipakai untuk mengunggisi ganggang. Ragam warnanya dapat menyamarkan bentuk sejati ikan ini. Sirip punggung dan sirip duburnya terdapat duri beracun yang dapat menimbulkan luka pedih bila terkena.



Nama Indonesia    : Salendar Cicit
Nama Inggris    : Siganus Vulpinus,
Nama Latin    : Foxface rabbitfish
Klasifikasi    : Ordo Perciformes. Familia Singanidae.



Perilaku : Lincah, suka damai, ketika di ganggu ikan ini ujung sirip punggungnya berkembang menghadap ke arah penyerang. duri.durinyamempunyai kelenjar beracun yang mana membuat luka menyakitkan. Di aquarium ikan ini terlihat aktif berenang di tempat terbuka dan meliuk menelusuri lubang karang. Sikap agresif terhadap jenisnya sendiri tetapi sangat ramah dengan ikan-ikan lain.

Reproduksi : Ikan ini di habitat aslinya dengan cara bertelur. akan tetapi perkembang biakannya di dalam aquarium tidak diketahui. Perbedaan kelamin antara ikan yang jantan dan ikan betina juga tidak diketahui.

Pakan : Di habitat aslinya ikan ini memakan bermacam-macam makanan hidup seperti jentik-jentik nyamuk, cacing sutera. ganggang dan daun selada. Sedangkan di aquarium Gembira Loka ikan ini selain di beri pakan hidup juga diberi pakan buatan antara lain seperti Tubifex sp,  Rotifera sp dan Apnia sp yang dibuat pelet.

Habitat :
Danau dipinggir laut dan secara khas menghuni batu karang yang memanjang
readmore »»  

Ikan Napoleon / Napoleon Wrasse


Ikan ini bernama napoleon atau lebih dikenal dengan Napoleon Wrasse. Napoleon Wrasse dalam bahasa latinnya dikenal dengan nama Cheilunus undulatus adalah salah satu ikan karang besar yang hidup di daerah tropis. Panjang ikan ini bisa mencapai 1.5 meter. Dan beberapa ikan bisa mencapai ukuran sampai 180 kg pada usia 50 tahun. Kehidupan hewan ini umumnya sama dengan ikan karang lain yang hidup secara soliter.  Para penyelam biasanya menemukan ikan ini berenang sendiri pada daerah sekitar karang dan biasanya sangat jinak dengan para penyelam. Keunikan lain yang dimiliki ikan napoleon wrasse ini adalah matanya yang mampu melihat hingga sudut pandang 180 derajat.



Orang Australia menyebut ikan ini dengan nama Hump Head Maori Wrasse, yang dibedakan karena bagian mukanya mempunyai guratan-guratan yang menyerupai hiasan muka orang Maori. Guratan-guratan tersebut berwarna krem (kuning susu) yang saling tumpang tindih pada bagian hidung dan pipi, kemudian meluas ke atas badan dan seberang ujung sirip dada. Badannya disepuh dengan warna hijau cerah dan di bagian atas seluruh sirip-siripnya berwarna coklat. Warna pada bagian ekor mengarah kebiru-biruan. Sisik badan sangat besar, di tepiannya digoresi dengan garis vertikal berwarna krem kehitaman. Dua guratan hitam di sekitar matanya mengarah ke belakang dan dua lagi agak miring menghadap ke arah bagian paling atas bibir. Semakin tua ikan ini, benjolan daging di atas matanya semakin membesar.

Napoleon wrasse  mempunyai pola reproduksi yang hermaphrodite. Biasanya ikan ini lahir sebagai hewan jantan dan akan berubah menjadi betina saat menjelang dewasa.  Sehingga kadang ditemukan dominasi jantan pada satu populasi ikan kecil sampai ukuran sedang dan akan berubah menjadi dominasi populasi betina saat mendekati matang gonad. Ini memang fenomena unik dialam yang merupakan salah satu strategi sebagian besar hewan laut utntuk mempertahankan kehidupan populasi mereka.


Ikan ini biasanya bergerak ke perairan terumbu karang yang dangkal untuk mencari makan. Cara makannya adalah dengan membongkar karang mati dengan gigi besarnya untuk mencari siput dan cacing-cacingan yang terkubur. Mereka gemar sekali makan kerang-kerang yang berukuran besar seperti Triton. Ikan ini sanggup memecahkan cangkang kerang-kerangan tersebut dengan mudah untuk diambil dagingnya. Bunyi gerusan mulutnya ketika makan, sangat menarik bagi para penyelam sehingga diibaratkan seperti sekelompok anak-anak yang sedang memakan kembang gula. Kadang-kadang juga ikan besar ini mengasah giginya pada karang massif (padat) sehingga meninggalkan bekas goresan yang menakjubkan.

Ikan napoleon betina bertelur sepanjang tahun di pinggir atau bagian luar lereng terumbu karang. Proses bertelur ini terjadi dalam kelompok maupun berpasangan. Kegiatan bertelur dalam kelompok sungguh dramatis. Aktivitas itu dimulai dengan berkeliling bersama secara perlahan membentuk suatu kelompok. Saat anggota kelompok bertambah, mereka berenang lebih cepat dan lebih cepat lagi, akhirnya makin rapat membentuk kelompok besar. Pada puncak hiruk-pikuk tadi, seluruh kelompok naik ke arah permukaan laut kemudian secepat kilat berbalik arah dan meninggalkan sebuah massa telur dan sperma di belakang yang segera terbawa oleh arus.


Jika proses bertelur dilakukan secara pasangan, yang jantan menyiapkan tempat bertelur pada seonggok karang atau batu yang menyolok. Dari sini dia menarik perhatian betina yang lewat, yang kira-kira bisa memberi harapan. Caranya, di atas calon pasangan dia bergerak ke atas dan ke bawah dan menggetarkan tubuhnya sembari berenang kembali. Kalau siap menerima pinangannya, si betina akan membalasnya dengan memberi sinyal ke ikan jantan yang meminangnya. Dengan bangga si betina melengkungkan tubuhnya membentuk huruf “S” sembari mempertontonkan perut buncitnya yang berisi telur. Mereka kemudian bertelur dalam suatu gerakan naik turun secara cepat ke permukaan. Proses bertelur ini berlangsung singkat dalam suatu hari, tergantung pada kondisi setempat. Di areal dengan arus pasang surut yang kuat, bertelur terjadi hanya setelah puncak pasang naik, keadaan yang ideal untuk memindahkan telur ke luar terumbu karang.

Sampai saat ini sangat kurang penelitian yang mengungkap pola adaptasi yang bisa dikembangkan oleh ikan yang satu ini yang jelas bahwa sampai saat ini populasi hewan ini sangat kecil dan merupakan salah satu ikan yang sangat dilindungi.  Populasi ikan ini biasanya didapatkan pada daerah-daerah yang jauh dari kegiatan pengeboman karena dari beberapa pengalaman para penyelam,  mengatakan bahwa  ikan napoleon akan  sangat jarang ditemukan pada daerah dengan kondisi karang yang sudah rusak akibat pengeboman dan atau daerah yang banyak menggunakan potassium sianida.  Ini menggambarkan bahwa keberadaan ikan ini sangat tergantung pada ekosistem yang terjaga.
readmore »»  

Paus Pembunuh ( Orcinus orca )


Paus Pembunuh atau Orca (Orcinus orca) adalah spesies terbesar dari keluarga lumba-lumba. Spesies ini ditemukan di seluruh samudera, dari kawasan dingin seperti Atlantik dan Antarktika hingga kawasan bersuhu hangat. Orca dapat ditemui di hampir semua lautan di dunia, akan tetapi kebanyakan Orca hidup di daerah dingin dan memiliki ciri khas warna hitam dan putih pada bagian badannya.

Paus Pembunuh merupakan predator puncak di lautan, kebanyakan populasi memakan ikan, sementara populasi lainnya memakan mamalia laut seperti singa laut, anjing laut, walrus hingga paus besar.

Pada 04 oktober 1997 di lepas pantai California Amerika Serikat pun, sekelompok pengamat paus yang sedang di bepergian di pulau farallon telah merekam sebuah kejadian unik tentang paus pembunuh yang menyerang hiu putih dewasa dan kemudian memakan hiu tersebut. pernyataan yang mengatakan bahwa Hiu merupakan predator yang mengendalikan rantai makanan teratas di laut pun dipatahkan karena peristiwa itu.

Orca atau paus pembunuh adalah paus bergigi yang merupakan predator yang efisien, bahkan menyerang paus besar berwarna biru muda. Hanya musuh mereka adalah manusia. Orca tinggal di tempat kecil, erat, polong seumur hidup dan memiliki 1 blowhole. Ikan paus pembunuh milik keluarga lumba-lumba dan lumba-lumba terbesar. Kadang-kadang disebut “serigala laut” karena perilakunya mirip dengan serigala.

Para peneliti telah menemukan fakta bahwa mereka berburu dalam keheningan sebagai upaya menghindari terdengar oleh mangsanya. Paus pembunuh menggunakan ‘siulannya’ untuk berbicara satu sama lain dan sebagai cara menemukan jalan di sekitar mereka. Gema ini juga bertujuan membantu binatang untuk memetakan lingkungan mereka, dan untuk menentukan lokasi pencarian makan berikutnya. Mereka mengorganisir diri menjadi suatu kelompok. Meskipun jarak antarpaus satu dan lainnya sampai satu mil jauhnya, tetapi pada saat mendengar suara keras, maka antarpaus satu dan lainnya saling berdatangan untuk berbagi hasil tangkapan mereka.

Ukuran

Orca dapat tumbuh sekitar 27-33 kaki (8-10 m) panjang, beratnya lebih dari 8,000-12,000 pound (3,600-5,400 kg). Orca jantan lebih besar dari betina. Mereka adalah anggota terbesar dari keluarga lumba-lumba.



Kulit, Bentuk, Dan Sirip

Kulit Orca adalah kebanyakan hitam dengan bercak putih khas. Orcas memiliki tubuh gempal dan kepala bulat dengan paruh khas. Mereka memiliki, tinggi berbentuk sabit (berbentuk sabit) sirip punggung dan besar, sirip dayung-suka. Sirip punggung dari laki-laki lebih tinggi (sampai 6 ft tinggi) dan tegak lebih dari itu dari wanita (yang sirip punggung sampai dengan 4 ft tinggi).


Gigi dan Makanannya

Paus pembunuh adalah pemburu yang efisien yang makan makanan sangat beragam ikan, cumi, hiu, mamalia laut (termasuk ikan paus dan anjing laut), penyu, octopi, dan burung (penguin dan burung camar). Mereka bahkan telah diketahui menyerang ikan paus biru muda dan paus besar lainnya. Mereka memiliki 10-13 pasang besar, saling kerucut, gigi enamel kedua didistribusikan di rahang atas dan bawah (untuk total 20-26 pasangan, sehingga orca memiliki 40-52 gigi).

Gigi kurva ke dalam dan ke belakang – ini membantu orca menangkap mangsanya. Gigi rata-rata sekitar 3 inci (7,6 cm) dan panjang sekitar 1 inci dengan diameter, tetapi beberapa bahkan lebih lama. Anggota polong yang sering bekerja sama dalam berburu. Sebuah orca berukuran rata-rata akan memakan £ 551 (250 kg) makanan sehari.


Habitat

Paus pembunuh hidup di perairan mulai dari tropis ke kutub, dan keduanya perairan pesisir dan laut dalam. Mereka ditemukan di semua samudera di dunia dan sebagian besar lautan. Orca kadang-kadang masuk muara, tetapi tidak pergi jauh dari laut.
readmore »»  

ikan terbang ( Exocoetidae )


Exocoetidae atau ikan terbang adalah familia ikan laut yang terdiri atas sekitar 50 spesies yang dikelompokkan dalam 7 hingga 9 genera. Ikan terbang ditemukan di semua samudra utama, terutama di perairan tropis dan subtropis di samudera Atlantik, Pasifik dan Hindia. Ciri utamanya yng paling menonjol adalah sirip dadanya yang besar, memungkinkan ikan ini meluncur terbang secara singkat di udara, di atas permukaan air, untuk lari dari pemangsa. Peluncuran mereka biasanya sejauh sekitar 50 meter, namun mereka dapat menggunakan dorongan pada tepi gelombang hingga dapat mencapai jarak setidaknya 400m.


Ikan terbang sesungguhnya bukanlah hewan terbang, seperti burung, tapi hanya melayang saja. Ikan terbang dengan mudah dapat menempuh jarak hingga 200 meter atau lebih dan dapat mencapai ketinggian yang cukup untuk - secara tidak sengaja - nangkring di dek-dek kapal laut.


Alasan pertama ikan terbang yang memiliki 40 atau lebih spesies ini hingga terbang adalah karena aksi melarikan diri atau menghindar dari para predator laut seperti ikan-ikan mackerel, tuna, swordfish dan marlin. Meski demikian ikan ini juga berhati-hati terhadap ancaman paruh burung-burung di atasnya, di samping ikan ini juga diburu oleh nelayan-nelayan di Jepang dan Barbados untuk santapan.



Mekanisme bagaiman ikan ini bisa terbang juga sederhana saja. Awalnya mereka akan berakselerasi di dalam air hingga mencapai kecepatan 70 km/jam dibantu oleh kepakan ekor mereka. Sekali mereka melompat di atas air, sirip-siripnya akan mengembang dan memanfaatkan angin untuk meraih ketinggian. Adakalanya mereka memukulkan ekornya untuk tetap melompat tinggi dan mengubah arah.
readmore »»  

Ikan Belanak ( Valamugil seheli )


Belanak (Valamugil seheli; familia Mugilidae) adalah sejenis ikan laut tropis dan subtropis yang bentuknya hampir menyerupai bandeng. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai blue-spot mullet atau blue-tail mullet.


Daerah penyebaran

Belanak tersebar di perairan tropis dan subtropis (FAO, 1974 dalam Adrim et al., 1988), juga ditemukan di air payau dan kadang-kadang di air tawar (Iversen, 1976). Di kawasan Pasifik belanak ditemukan di Fiji, Samoa, New Caledonia dan Australia. Sedangkan di Asia, banyak ditemukan di Indonesia, India, Filipina, Malaysia dan Srilangka.

Ciri umum

Ikan belanak secara umum bentuknya memanjang agak langsing dan gepeng. Sirip punggung terdiri dari satu jari-jari keras dan delapan jari-jari lemah. Sirip dubur berwarna putih kotor terdiri dari satu jari-jari keras dan sembilan jari-jari lemah. Bibir bagian atas lebih tebal daripada bagian bawahnya ini berguna untuk mencari makan di dasar/organisme yang terbenam dalam lumpur (kriswantoro dan Sunyoto, 1986). Ciri lain dari ikan belanak yaitu mempunyai gigi yang amat kecil, tetapi kadang-kadang pada beberapa spesies tidak ditemukan sama sekali.
readmore »»  

Ikan Houting ( Coregonus oxyrhynchus )


Ikan Houting (Coregonus oxyrhynchus) adalah spesies yang telah punah dari keluarga salmonidae. Houting menghabiskan sebagian besar hidupnya di laut. Warnanya keperak-perakan, bersirip lemak, tetapi dapat dibedakan dengan ikan salem karena moncongnya runcing. Panjangnya dapat mencapai 40 cm. Ikan ini dulunya banyak terdapat di Laut Utara, lalu ke hulu sungai untuk bertelur.
Status konservasi
Berkas:Status IUCN2.3 EX.svg
Punah (IUCN2.3)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Salmoniformes
Famili: Salmonidae
Genus: Coregonus
Spesies: C. oxyrinchus
Nama binomial
Coregonus oxyrinchus
(Linnaeus, 1758)
readmore »»  

Ikan Bilis / Ikan Teri


Ikan teri atau ikan bilis adalah sekelompok ikan laut kecil anggota keluarga Engraulidae. Nama ini mencakup berbagai ikan dengan warna tubuh perak kehijauan atau kebiruan.

Walaupun anggota Engraulidaei ada yang memiliki panjang maksimum 23 cm, nama ikan teri biasanya diberikan bagi ikan dengan panjang maksimum 5 cm. Moncongnya tumpul dengan gigi yang kecil dan tajam pada kedua-dua rahangnya. Mangsa utama ikan teri ialah plankton.

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Hewan
Filum: Kordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Clupeiformes
Famili: Engraulidae
  
Pemanfaatan

Di kawasan sekitar Selat Malaka dan Laut Cina Selatan, ikan teri biasa diogoreng dan dihidangkan dengan sambal bersama-sama nasi hangat atau nasi lemak. Ikan ini juga dihaluskan berbentuk tepung. Di Vietnam, saus ikan nước mắm — simbol tidak resmi negara itu — dibuat dengan bahan utama ikan teri.
readmore »»  

Banggai cardinalfish


Banggai cardinalfish (Pterapogon kauderni) adalah cardinalfish tropis yang kecil ( familyApogonidae ) yang sangat populer dijadikan ornamental fish.

Habitat

Spesies ini hanya ada di Kepulauan Banggai, Indonesia. Spesies ini hidup pada jangkauan geografis yang sangat terbatas yaitu 5.500 km² dan dengan jumlah populasi yang sedikit yaitu sekitar 2,4 juta saja. Banggai cardinalfish merupakan populasi yang terisolasi dan terkonsentrasi di peraiaran dangkal pada 17 pulau besar dan 10 pulau kecil, Kepulauan Banggai. Sebagian kecil populasinya terdapat di Luwuk Sulawesi Tengah. Tambahan populasi berasal dari Selat Lembeh (Sulawesi Utara), sekitar 400 Km sebelah utara dari habitat asli (berdasarkan laporan dari nelayan yang perdagangkannya tahun 2000).

Deskripsi

Spesies ini tumbuh dengan panjang maksimal 8 cm memiliki corak khusus yang kontras antara warna hitam dan garis terang warna putih. Perbedaan yang spesifik yang membedakan dengan cardinalfish lainnya adalah pada sirip dorsal yang pertama memiliki kuncir, sirip anal dan sirip dorsal yang kedua menjulur ke belakang, sirip caudal bercabang dua (cabangnya sangat dalam), memiliki corak warna yang terdiri dari 3 buah garis hitam pada kepala dan badan, warna hitamnya menyolok di tepi bagian awal sirip anal dan kedua sirip dorsal.Yang membedakan Banggai cardinalfish jantan dan betina adalah rongga mulut jantan lebih besar dan itu hanya terlihat mereka pada saat mengerami telurnya.

Banggai cardinalfish, spesies endemik indonesia
Banggai cardinalfish di Selat Lembeh Sulawesi Utara
Ekologi

Banggai cardinalfish merupakan satu-satunya wakil dari family yang diurnal. Ikan demersal laut tropis yang membentuk grup yang stabil dengan beranggotakan 9 individu pada perairan dangkal (pada umumnya kedalaman 1,5-2,5 meter). Spesies ini mendiami perairan dangkal dengan berbagai habitat termasuk terumbu karang, padang lamun, dan daerah terbuka bersubstrat pasir dan rubble, pada umumnya pada daerah yang tenang yang terlindungi oleh pulau-pulau yang besar. Spesies ini sering ditemukan berasosiasi dengan lamun yaitu Enhalus acoroides dan bulu babi Diadema setosum. Hai ini terjadi pada berbagai substrat bentik seperti bulu babi, anemon laut, dan coral branching ; ikan muda sering paling berasosiasi dengan anemon laut, setelah remaja dan dewasa berasosiasi dengan bulu babi dan coral branching, bintang lau, hidrozoa, dan akar penopang mangrove.

Banggai cardinalfish, spesies endemik indonesia
Banggai c ardinalfish di New England Aquarium

Ikan ini termasuk spesies pemakan oportunistik sepanjang hari, tidak seperti spessies-spesies lain dari family yang sama. Komposisi dietnya sama dengan ukuran kelas termasuk plankton dan organisme bentik. Copepoda merupakan makanan utama mereka. Copepoda juga menjadi sumber makanan penting untuk berbagai spesies seperti lionfish (Pterois), Epinephelus merra, crocodilefish (Cymbacephalus beauforti), moray eel (Echidna nebulosa),stonefish (Synanceia horrida), dan ular laut Laticouda Colubrina.

Banggai cardinalfish adalah paternal mouthbrooder (induk jantan yang mengerami telur). Induk betina berperan dalam masa pembentukan dan formasi pasangan, yang terjadi beberapa jam hingga beberapa hari sebelum ikan bertelur. Pasangan bertelur beberapa meter dari kelompok utama dan mempertahankan wilayah teritorial mereka. Ukuran telur Banggai cardinalfish memiliki diameter 2,5 mm. Ikan ini memilki masa hidup yang pendek (lebih kurang 4 tahun pada daerah dengan kondisi ideal; 2 tahun di daerah yang liar), dan jumlah telur yang sedikit (50-90 buti)r walaupun memiliki potensi bertelur beberapa kali pertahun (setelah usianya di atas 10 bulan).
readmore »»  

Hiu Martil


Hiu martil dari genus Sphyrna adalah anggota dari famili Sphyrnidae. Satu-satunya genus selain Sphyrnidae, Eusphyra, terdiri dari hanya satu spesies, Esphyra blochii, winghead shark.


Sembilan spesies hiu martil yang sudah diketahui memiliki panjang antara 2 hingga 6 meter (6,5 hingga 20 kaki), dan semua spesies memiliki proyeksi kepala menyerupai martil gepeng bila dilihat dari salah satu sisi. Mata dan lubang hidup ada di ujung kepala.

Mereka adalah predator agresif yang memakan ikan, ikan pari, cumi-cumi, dan udang-udangan. Mereka ditemukan di perairan hangat sepanjang garis pantai, dan paparan benua.
Bentuk kepalanya yang seperti martil menyebabkan mereka mampu berbelok dengan benar. Seperti semua hiu, hiu martil memiliki pori sensor electrolocation yang disembut ampullae of Lorenzini. Dengan menyebarkan reseptor di berbagai area, hiu martil dapat mencari mangsa dengan lebih efektif. Hiu ini mampu mendeteksi sinyal listrik setengah miliar Volt. Kepala yang berbentuk seperti martil juga memberikan keuntungan berupa area penciuman yang lebih luas, meningkatkan potensi menemukan partikel di air sedikitnya 10 kali dibandingkan dengan hiu ‘klasik’ lainnya.

Bentuk kepala aneh hiu ini dapat dianalogikan dengan antena seekor serangga.
Hiu martil memiliki mulut yang kecil dan sepertinya melakukan banyak bottom-hunting. Mereka suka membentuk gerombolan di siang hari, terkadang dalam kelompok lebih dari 100. Pada sore hari, seperti hiu lain, mereka menjadi pemburu solo.

Reproduksi


Reproduksi hiu martil terjadi setahun sekali. Hiu martil sekali melahirkan berkisar antara 20 hingga 40 anak. Perkawinan hiu martil merupakan hubungan yang kasar. Jantan akan menggigit betina sampai betina tenang, membiarkan perkawinan terjadi. Tidak seperti kebanyakan spesies hiu lain, reproduksi hiu martil terjadi secara fertilisasi internal di mana membuat lingkungan aman agar sperma bisa melebur dengan sel telur. Embrio berkembang di dalam plasenta betina dan diberi makan melalui tali pusar, sama seperti mammalia. Masa kehamilan 10 sampai 12 bulan. Setelah anak hiu dilahirkan, induk mereka tidak tinggal bersama dan mereka ditinggalkan untuk mengurus diri mereka sendiri. Rekor dunia hiu martil betina yang sedang hamil ditangkap di Boca Grande, Florida pada 23 Mei, 2006 berbobot 1280 pon (580 kg). Hiu ini mengandung 55 anak.

Pada Mei 2007, para ilmuwan menemukan bahwa hiu martil dapat bereproduksi secara aseksual melalui partenogenesis, di mana mereka memiliki kemampuan untuk menyuburkan telur mereka sendiri.

Spesies


  • Genus Sphyrna
    • Subgenus Sphyrna
      • Scalloped hammerhead, Sphyrna (Sphyrna) lewini (Griffith & Smith, 1834)
        • “Cryptic scalloped hammerhead” — Scalloped hammerheads ternyata terbagi atas dua spesies berbeda, tetapi belum di-reklasifikasi secara resmi dengan nama berbeda
      • Great hammerhead, Sphyrna (Sphyrna) mokarran (Rüppell, 1837)
      • Smooth hammerhead, Sphyrna (Sphyrna) zygaena (Linnaeus, 1758)
      • Whitefin hammerhead, Sphyrna (Sphyrna) couardi Cadenat, 1951
    • Subgenus Mesozygaena
      • Scalloped bonnethead, Sphyrna (Mesozygaena) corona Springer, 1940
      • Squarehead Shark Sphyrna (Mesozygaena) sp. listed on elasmo-research’s list
    • Subgenus Platysqualus
      • Scoophead, Sphyrna (Platysqualus) media Springer, 1940
      • Bonnethead atau shovelhead, Sphyrna (Platysqualus) tiburo (Linnaeus, 1758)
      • Smalleye hammerhead, Sphyrna (Platysqualus) tudes (Valenciennes, 1822)
Karena hiu tidak memiliki tulang yang termineralisasi dan jarang menjadi fosil, maka hanya gigi mereka yang umumnya ditemukan sebagai fosil. Hiu martil sepertinya berelasi dekat dengan hiu carcharhinus yang berevolusi selama periode Tersier tengah. Karena gigi hiu martil mirip dengan hiu carcharhinus, sangat sulit untuk menentukan kapan hiu martil pertama kali muncul. Kemungkinan hiu martil berevolusi semasa Eosen, Oligosen, atau Miosen awal.
readmore »»